Ansor Abal-Abal

ilustrasi

Oleh : Vinanda Febriani

Beredar video yang sedang viral di kalangan NU utamanya Ansor-Banser tentang seorang caleg partai Gerindra yang mengenakan doreng Banser untuk ngevlog mengatas namakan kader muda NU, padahal itu hanya untuk kepentingannya sendiri. Saya juga pernah beberapa kali bertemu spanduk caleg dari partai anu (tidak saya sebut namanya, dan mungkin sekarang sudah ditarik ulang), yang mana dalam spanduk itu, dengan santainya ia menggunakan doreng Banser dan bahkan mencantumkan logo Ansor-Banser.

Namun sayangnya saya tidak pernah sama sekali punya niatan menghapal nama, dari partai mana dan juga tidak ada niat untuk memfoto spanduk caleg tersebut.

Disini saya menilai, sebagai bukan kader Ansor-Banser, hal tersebut sangat tidak etis. Organisasi semisal Ansor-Banser terlalu besar untuk dijadikan alat kampanye politik yang sifatnya hanya tahunan, sedangkan organisasi ini sudah berdiri bertahun-tahun lamanya. Meski banyak orang Ansor-Banser yang nyaleg dan berpolitik, namun tetap mereka bersikap profesional.

Tidak bawa-bawa organisasi ketika berpolitik praktis, namun ketika berpolitik kebangsaan, silakan saja. Saya rasa panjenengan-panjenengan yang merupakan kader Ansor-Banser, sudah jauh lebih paham dari saya yang bukan kader organisasi tersebut. Namun sejauh yang saya pahami, sangat tidak etis menyematkan logo organisasi apapun (selain organisasi/partai politik) di spanduk-spanduk kampanye politik praktis. Sekali lagi, ini hanya soal ketidak sesuaian saja. Semoga spanduk yang saya temukan itu kini sudah ditarik ulang dan diganti menggunakan spanduk baru yang lebih profesional.

Sumber : Status Facebook Vinanda Febriani

Wednesday, March 20, 2019 - 23:00
Kategori Rubrik: