Anies yang Tak Pernah Berubah

Oleh : Rudi S Kamri

Pada saat Jakarta dinyatakan kondisi Siaga I, Kepala kampungnya justru ngacir ke Jepang. Dia berdalih ada acara World Bank tapi menurut saya hal ini merupakan jiwa dan sifat KEKURANG-PEKAAN dari seorang Gubernur yang daerahnya sedang dalam kondisi genting. Hal ini pasti ada hubungannya dengan posisi dia sebagai pendukung Prabowo Subianto yang keok di Pilpres 2019. Anies Baswedan tidak mau tangannya kotor dan Anies adalah seorang pengecut sejati. Dia seorang pemimpin yang memilih bermain aman dan SELFISH dibandingkan peduli dengan kondisi bangsa yang sedang prihatin.

Sebetulnya apa yang bisa diharapkan dari seorang Anies Baswedan ? Sebagai Gubernur DKI Jakarta dengan waktu kerja hampir 2 tahun praktis tidak ada hasil karya yang spektakuler untuk Jakarta. Penanganan banjir amburadul. Daerah Jakarta terutama yang di wilayah perkampungan marjinal kembali kumuh tak tersentuh. Sungai-sungai di Jakarta kembali kotor tak terurus. Tanah Abang kembali ke daerah primitif seperti masa lalu yang ruwet dan macet.

 

Anies cuma beruntung banyak mendapat berkah dari hasil kerja Jokowi dan Ahok yang penyelesaiannya kebetulan jatuh tempo di jamannya. Seperti proyek MRT, Tol Becakayu, naturalisasi sungai Ciliwung, beberapa jalan layang maupun under pass dan banyak proyek lagi salah satunya perhelatan akbar Asian Games yang dia cuma numpang nampang ngetop atau ongkang-ongkang gunting pita. 

Di sisi lain banyak warisan karya master piece dari seorang Ahok yang sengaja ditelantarkan antara lain program RPTRA. Program ini sebagian ditelantarkan sengaja tidak diurus dan sebagian diganti nama yang lebih norak. Yang mengenaskan TAMAN MONAS yang merupakan landmark Kota Jakarta dan bahkan sudah menjadi ikon Indonesia sengaja didegradasi menjadi ajang kampanye politik kaumnya dan wadah protes kaum pesorak khilafah untuk melawan Pemerintah. Aneh.

Satu-satunya hasil karya "monumental" Anies Baswedan untuk Jakarta adalah patung instalasi bambu di seputaran kawasan bundaran Hotel Indonesia. Entah selera saya tentang seni instalasi yang kurang bagus atau sebab lain tapi menurut saya penempatan patung instalasi bambu di lokasi itu serasa aneh, tidak pas dan tidak menyatu dengan kondisi sekitarnya. Patung yang menghabiskan dana setengah milyar lebih itu keliatan aneh dan terasing dari lingkungannya.

Kembali ke sifat pengecutnya seorang Anies. Seharusnya sebagai orang yang bertanggung jawab di ibukota dan merupakan bawahan Presiden, dia punya empati atau sense of crisis untuk ikut membantu Pemerintah untuk mengatasi suasana pasca pengumuman KPU yang ekskalasinya semakin panas beberapa hari terakhir. Bukan malah pergi meninggalkan masalah dan tidak bertanggungjawab.

Pertanyaan akhirnya, 
Bukannya bagi kepala daerah yang hendak pergi ke luar negeri harus ada ijin Presiden cq Menteri Dalam Negeri ? Mengapa Mendagri mengijinkan Anies untuk acara yang urgensinya sangat bisa diperdebatkan ?

Duuh Mendagri.....
Pejabat ini salah satu yang saya usulkan harus diganti pada periode Kabinet Kerja Jilid II Jokowi. Sangat tidak perform dan terlalu banyak masalah yang seharusnya tidak perlu.

Untuk Anies....
Congratulations, you are a real loser bro !!!

Salam SATU Indonesia,
21052019

Tuesday, May 21, 2019 - 23:15
Kategori Rubrik: