Anies Tak Bisa Selesaikan Banjir Jakarta

ilustrasi

Oleh : Andrian Kaifan

Setelah saya menyimak apa yg di utarakan Pak Anies pada TVOne belum lama ini, maka saya berkesimpulan bahwa MASALAH BANJIR JAKARTA TIDAK AKAN BISA DISELESAIKAN OLEH BELIAU, karena:

1. Beliau SAMA SEKALI tidak bisa membedakan yang mana BENDUNG (weir) dan yang mana BENDUNGAN (dam).
2. Beliau mengatakan pembangunan BENDUNG di hulu, sementara bendung berfungsi untuk menaikkan muka air sungai, hahahaha!
3. Beliau tidak mau percaya bahwa di banyak tempat normalisasi sungai adalah solusi permasalahan banjir. Beliau mengira sungai itu bentuknya makin ke hilir tetap saja lebarnya, padahal ya makin lebar atau dalam dan lebar serta dalamnya sungai inilah yg dihitung dan dipertahankan dg konstruksi revetment (bangunan pelindung tepi sungai);
4. Beliau seolah2 lupa dg vertical drainage yg udah beliau klaim selesaikan tapi masih banjir dan menyalahkan 'bendung' di hulu yg belum selesai, hahaha!
5. Beliau menunggu 'bendung' di hulu selesai dulu baru mau selesaikan naturalisasi sungai versinya. Dan selama itu Jakarta akan terus begitu mudahnya banjir krn volume air mengalir melampaui kapasitas Kali Ciliwung ditambah kegagalan drainase vertikalnya.

Ini tipe pemimpin sok teung dan suka menyalahkan orang lain. Cobalah simak2 apa2 yg udah keluar dari pikiran sempitnya ttg banjir:

1. Air hujan seharusnya dimasukkan ke dalam tanah. Sementara SUNNATULLAH itu adalah alaminya ada air hujan yg masuk ke dalam tanah dan ada yg mengalir di atas permukaan tanah;
2. Banjir kapan akan berakhir? Dijawab tunggu air laut surut;
3. Kapan Jakarta bebas banjir? Dia jawab tunggu 'bendung' di hulu yg dikerjakan pemerintah pusat selesai.

Pemimpin pasaran seperti ini buanyakkkk di era Orde Baru, sementara Jakarta ya butuh pemimpin pekerja infrastruktur pencegah banjir, bukan malah yg dikirim gubernur Baywatch seperti ini!

Sumber : Status Facebook Andrian Kaifan

Monday, February 24, 2020 - 08:45
Kategori Rubrik: