Anies Salah Menafsirkan Keinginan 58% Warga DKI

ilustrasi

Oleh : Jonminofri Nazir

Anies menang mutlak pada pemilu gubernur DKI 2 tahun yang lalu. 58% warga memilih Anies karena alasan seiman.

Para pemilih itu juga tahu bahwa kalau soal pekerjaan, Ahok sudah baik bahkan amat baik.

Berbagai survei menunjukkan begitu: soal pekerjaan (hampir) semua warga puas.

Karena itu, para konsultan politik di bekakang Anies mengatakan untuk mengalahkan Ahok, jangan adu program. Kalahkan Ahok dengan isu agama, lebih cepat, lebih pasti, dan mungkin lebih murah juga. Warga cukup diimingi surga, mereka akan memilih Anies yang seiman.

Begitulah, Anies menang. Dan dilantik jadi gubernur.

Nah, pesan tersirat dari warga yang memilih Anies adalah: bekerjlah sekeras Ahok, lanjutkan program gubernur lama yang baik dan bermanfaat untuk warga.

Dengan memahami pesan tersirat itu, Jakarta akan cepat maju dan warga bahagia, seperti yang dijanjikan Anies.

Tapi, apa yang terjadi? Hampir semua program gubernur lama diganti, tidak dilanjutkan, samb menyalah-nyalahkan gubernur lama.

Lihat lah:
1. Taman bermain yang ramah anak tidak terawat,
2. RS sumber waras yang akan dijadikan pusat RS kanker tidak terwujud
3. Sungai dan waduk tidak dibersihkan dan tidak digali lagi.
4. Membeton kali ciliwung dihentikan.
5. Codetan kali Ciliwung ke BKT dihentika .
6. Pasukan biru dan orange tidak terdengar lagi.
7. Anggaran penanggulan banjir dipotong.
8. Pembanguan giant wall di pantai Utara dihentikan.
9. Dan banyak lagi.

Apa akibatnya? Wilayah yang haram disinggahi banjir, kini banjir santai aja masuk. Misalnya: RSCM, RS Corolus, RS Husada, Hotel Sultan.. dan lainnya.

Jadi, sebenarnya Anies mengabaikan keinginan 58% warga DKI yang memilihnya.

Sebab, jelas, warga menginginkan gubernur yang seiman, dan melanjutkan pekerjaan gubernur lama yang mereka nilai sudah baik..

Sebaiknya Anies melanjutkan program gubernur lama untuk mengatasi banjir. Tidak perlu bereksperimen untuk mencari solusi jika tidak melalui kajian ilmiah.

Juga sebaiknya Anies melanjutkan pembangunan RS kanker di tanah yang sudah dibeli Pemda DKI di Sumber waras.

Atau barangkali banjir ini adalah salah satu program DKI yang pakai kata "Oke"..

Oke mart
Oke trip
Oke rumah DP Rp0

Atau, banjir ini juga salah satu program Anies yang bernama "Oke Banjir" atau "Banjir Oke".

Sudah saatnya 58% warga DKI berdoa bersama agar Tuhan mengaangkat air dari tanah Jakarta ke langit, sebab bumi DKI nakal sekali tidak menyerap semua air di atas tanah seperti keinginan Anies

Sumber : Status facebook Jonminofri Nazir

Wednesday, February 26, 2020 - 10:00
Kategori Rubrik: