Anies Menangguk Keuntungan dari Kerusuhan

Oleh : Rudi S Kamri

Pernahkah kita mendengar sebelum adanya kerusuhan pasca pengumuman KPU seorang Anies Baswedan menghimbau kepada rakyat agar tidak datang ke Jakarta untuk membuat kerusuhan ? TIDAK PERNAH !!!

Pernahkah pasca kerusuhan di tanah abang, pembakaran asrama Brimob di Petamburan dll Anies menunjukkan empati di depan publik atas usaha keras aparat Kepolisian dan TNI dalam menghadapi para perusuh bayaran yang brutal merusak Jakarta ? TIDAK PERNAH !!!

 

Apakah Anies ada niat baik mengunjungi keluarga anggota Brimob yang asramanya dibakar oleh para para perusuh penjahat itu ? TIDAK PERNAH !!!

Pernahkah kita melihat sampai sekarang Anies menghadap Presiden Jokowi untuk melaporkan kerusuhan yang terjadi di Jakarta yang dilakukan para perusuh begudal itu ? TIDAK PERNAH !!!

Sepulang pelesir dari Jepang tgl 22 Mei, Anies justru dengan sok gagah berani dan tanpa koordinasi dengan pihak Polri malah mengumumkan jumlah para perusuh yang tewas dan terluka. Besoknya Anies malah secara demonstratif ikut mengusung keranda jenasah perusuh dan mengirim karangan bunga duka cita kepada keluarga perusuh yang tewas. Dan dengan jumawa akan menanggung biaya pengobatan para perusuh yang terluka. Pencitraan yang pretttt !!!

Dengan lagaknya seperti itu Anies terlihat tidak menjalan tugas dan fungsinya sebagai Kepala Daerah yang merupakan bawahan Presiden, Anies justru telah dengan sukses berperan sebagai HUMAS yang baik dari KPPSP (Kelompok Para Pecundang Songong Permanen) yang merupakan kelompoknya.

Anies dengan terang benderang TIDAK menunjukkan keberpihakan kepada Pemerintah dan Aparat Keamanan. Dan Anies samasekali tidak mengeluarkan kata maaf atau penguatan kepada warga Jakarta yang kegiatannya terganggu oleh ulah para penjahat yang yang membuat kerusuhan. Hebat Anies.....

Saya melihat Anies justru menangguk manfaat dan keuntungan dari kejadian kerusuhan ini. Yaitu dengan menarik dan mencari simpati kepada massa dari kelompok Islam radikal yang membuat kerusuhan. Untuk apa ? Tentu saja untuk tabungan investasi Pilpres 2024.

Kehadiran Anies Baswedan sebagai gubernur DKI Jakarta di era pemerintahan Jokowi adalah adzab buat warga Jakarta. Akibat ulah koplak 58% warga Jakarta yang memilihnya, seluruh rakyat Jakarta harus menanggung penderitaan punya gubernur yang tidak kompeten dan justru berpihak kepada para perusuh penjahat.

Ini cobaan buat kita selama bulan ramadhan 1440 H ini. Kita harus sabar dan tabah. Kita berharap dengan komposisi anggota DPRD DKI Jakarta hasil Pemilu 2019 mudah-mudahan mereka lebih bertaji dan keras kepada Gubernur dibandingkan anggota DPRD DKI Jakarta sekarang yang kayak sapi ompong. Kita juga berharap di Kabinet Kerja Jilid II Presiden Jokowi punya Mendagri yang lebih tegas dan keras kepada bawahannya. Tidak letoy seperti Mendagri saat ini.

Dengan penderitaan yang dialami rakyat Jakarta setidaknya sampai tahun 2022 mudah-mudahan bisa menjadi cermin agar rakyat Indonesia berhati-hati memilih Presiden pengganti Jokowi pada 2024 kelak. Jangan lagi penderitaan rakyat Jakarta akan menular menjadi penderitaan rakyat Indonesia. 

Ingat ya teman. Punya gubernur yang songong itu berat.....biar rakyat Jakarta aja yang alami.

Salam SATU Indonesia,

Saturday, May 25, 2019 - 05:15
Kategori Rubrik: