Anies, Manusia Belum Merdeka Yang Dijajah oleh Keculasan Hatinya

Oleh : Rudi S Kamri

Entah mengapa dari waktu ke waktu semesta membuka topeng dari wajah Anies Baswedan. Dulu permainan kata-katanya sempat membius sebagian orang di negeri ini. Tapi seiring waktu berjalan, Tuhan memperlakukan Anies seperti mengupas bawang merah, yang sifat aslinya dibuka satu persatu. Dan kini, saat dia menjadi pejabat publik, dia telah telanjang bulat menunjukkan siapa sejatinya dia. Topeng keculasan hati telah terbuka dengan nyata, tanpa bisa terbendung.

Narasi terakhir dia tentang kegerahan dirinya disentil Presiden Jokowi menunjukkan dengan jelas bahwa Anies Baswedan bukan seorang pribadi yang rendah hati dan santun. Anies selalu dengan angkuh menunjukkan sikap perlawanan frontal kepada Presiden Jokowi. Dia lupa bahwa dalam struktur ketatanegaraan Anies adalah anak buah Presiden. Selicin apapun bibir manisnya ngeles kesana-kemari, Anies tetap tidak bisa mengingkari bahwa dia bukan rival seorang Joko Widodo. Levelnya terlalu jauh kalau dia berusaha mensejajarkan diri dengan Jokowi.

Pertanyaan kecil, mengapa Anies Baswedan begitu menunjukkan perlawanan dan ketidak- sukaannya terhadap Presiden Jokowi ?

Sebetulnya secara jujur saya pribadi bisa memaklumi kalau Anies begitu terlihat tidak suka terhadap Jokowi. Karena Presiden Jokowi lah yang pertama kali menelanjangi siapa diri seorang Anies Baswedan yang sebenarnya. Awalnya saat dia dipecat dari Mendikbud karena dinilai tidak becus bekerja. Peristiwa itu membuat kebanggaan diri Anies Baswedan seperti terjun ke dasar jurang. Dia menanggung malu tak terperikan.

Eh kemudian saat dia jadi Gubernur DKI Jakarta, Ibukota Negara mau dipindahkan Jokowi ke Kalimantan. Ini membuat kebanggaan prestise dia sebagai penguasa ibukota negara menjadi tumbang. Saya bisa bisa bayangkan sakitnya hati Anies sampai di ulu hati yang terdalam. Sakiiiiiiiiiiiiiiiit sekali. Dia ingin melawan, tapi dia tidak punya kemampuan. Yang bisa dia lakukan hanya menyemai dan merawat kemarahan dan kebencian. Dan secara tidak sadar Anies telah terjajah hati dan nuraninya.

Dalam 5 tahun ke depan, prediksi saya Anies akan tetap konsisten menunjukkan sikap perlawanan kepada Presiden Jokowi. Sikap frontal Anies ini adalah upaya dia merawat kelompok orang yang masih sakit hati dan yang tidak mau terima depan kemenangan Jokowi pada Pilpres 2019. Dan bagi si wajah culas ini upaya menarik hati kelompok pensiunan kampret adalah investasi suara yang akan dipanen pada saat dia maju dalam Pilpres 2024. Tapi Anies lupa, kelompok 55,5% pendukung Jokowi akan menghadang keras upaya dia menguasai Indonesia.

Prestasi jeblok Anies selama jadi Mendikbud dan hasil kerja dia selama menjadi Gubernur DKI Jakarta telah benderang menunjukkan bahwa dia bukan seorang yang layak dan pantas menjadi pejabat publik. Anies hanya seorang petarung oportunis dan ambisius yang hanya berorientasi pada jabatan dan kekuasaan BUKAN untuk mengabdi kepada bangsa dan negara.

Dan Pilkada DKI Jakarta 2017 telah menjadi catatan penting dalam sejarah kehidupan seorang Anies Baswedan, bahwa dia tidak segan-segan menggunakan cara sebusuk apapun untuk merealisasikan ambisiusnya.

Dan dalam kurun waktu tahun ke depan, Anies pasti akan terus mencari dukungan bandar dan kendaraan yang akan mengusungnya. Karena dia bukan seorang yang konsisten dan bukan tipikal orang yang bisa pegang komitmen, dia akan bebas mencari kendaraan mana saja untuk maju. Bukan tidak mungkin 5 tahun lagi Anies akan berdiri angkuh melawan Prabowo, orang yang berjasa besar menjadikan dia jadi gubernur. Dan kemungkinan besar siklus "gombale mukiyo" akan terjadi lagi. 2014 dia melawan Prabowo, 2019 dia memuji-muji Prabowo dan ada kemungkinan tahun 2024 dia kembali akan berhadapan melawan Prabowo.

Apakah tulisan ini merupakan bentuk bully-an yang bisa membuat Anies semakin terkenal ? SAYA TIDAK PEDULI. Karena hanya ini cara saya merawat sikap kritis kepada siapapun yang layak untuk diberi pelajaran. Dan menguliti seorang Anies Baswedan adalah sebuah kenikmatan tersendiri karena bahannya begitu mudah terpapar di depan mata.

Tapi hal penting yang bisa kita pelajari di hari kemerdekaan negara kita tercinta ini adalah dari seorang Anies Baswedan kita bisa belajar bahwa menjadi manusia MERDEKA itu selayaknya dimulai dari diri sendiri, yaitu membebaskan diri dari penjajahan penyakit hati yaitu keculasan, kebencian dan ambisi yang berlebihan. Dan sampai detik ini Anies Baswedan masih gagal memerdekakan dirinya sendiri.

Dirgahayu negaraku tercinta Indonesia 

Sumber : Status Facebook Rudi S Kamri

Saturday, August 17, 2019 - 14:00
Kategori Rubrik: