Anies Lagi

Oleh: Biakto

 

Seperti melihat dua kepribadian pada diri orang celaka satu ini. Berpendidikan tinggi, tapi berkelakuan nyampah. Apakah dia memang dungu, atau sengaja mendungukan diri. Tapi kalau dari prilaku, dan dua tahun jadi gub DKI, sepertinya dia dungu dan ada kelainan jiwa.

Saya bbrp kali nonton video dmn dia sdg kasi kuliah didepan Rizieq ttg sunatullah air msk ke bumi, beku akal sy kok ada orang tamatan kuliah Amerika, jd botol. Belum lagi menutup kali sentiong dgn jala, dan rencana menanam enceng gondok di kali. 

 

Gub hasil politisasi agama yg didukung JK ini bgt bangganya bs menang krn jasa Buni Yani, selepas itu, seantero dunia tau dia siapa, mungkin kelak akan tercatat selama ada dunia, ada gub sebuah ibu kota, yg tololnya pangkat lima.

Selain telah membuat citra ibu kota menjadi rusak, dia telah dgn terang- terangan melawan pemerintah pusat. Kelakuan anomalinya sdh sangat keterlaluan, hasil penataan yg dikerjakan Ahok semua dihancurkan, sbgmn mereka menghancurkan Ahok dari sebuah kinerja yg hasilnya luar biasa bisa dirasakan warga Jakarta. Dia seperti orang yg luput dari jangkauan Tuhan.

Disaat Jakarta sdg dalam sulutan yg bs membara, dia terbang ke Jepang, gak mau kalah dgn sang junjungan yg pp ke Brunei. Dan pulangnya dia lgsg bilang yg demo sesuai SOP, dan mengunjungi pendemo yg ada di rumah sakit. Seperti diketahui sblm ke Jepang dia menulis surat wasiat pengobatan gratis utk pendemo yg masuk rumah sakit.

Benang merahnya bisa diraba, bahwa rencana Jakarta membara sdh dalam hitungan mereka, lihat TSM dari supply ambulance dan isinya, amplop uang, ada oknum Garis, serangan kerusuhan, pembakaran asrama dan sekitarnya. Semuanya bisa ditarik kesimpul rencana menang dgn cara merusak ibu kota dgn mengerahkan simbol agama utk melumpuhkan Indonesia. Semua tdk ada yg kebetulan, tapi justru dalam grand design yg terencana, bahkan sudah sejak lama. Kenapa, ya karena musuh kita adalah orba jilid 3, dan mereka ini semua antek-anteknya, mereka tidak perduli Indonesia, mereka bukan manusia yg bisa diajak berbaik sangka, mereka musuh sejati kita. Lihat saja, apa dia bersimpati kepada polisi, apa dia lihat asrama dan warung yg dibakar, dia seolah lupa semua itu ada di Jakarta, tapi apa mau dikata, karena dalam hatinya harusnya asrama dan Jakarta terbakar semua. 

Makanya, jgn berharap Jakarta bisa seperti semula, Jakarta akan terus dibiarkan bak kota terlantar, mereka dgn 70an orang tim abal-abalnya mengakali APBD yg 70an triliun tanpa jelas utk apa. Ironi, jargon pemimpin pribumi hanya dibuat ngelabui, ya semua akhirnya cuma ada bekas kiost OkeOce, dan reklamasi jalan lagi, sambil keliling kota naik bis Cina, yg dulu dijadikan tangga kemenangannya dgn memaki Cina, sbg aseng. Sekarang semua dia jilat, gak pakai malu, karena semua akan berlalu manakala dia diam tak mau tau.

Tangan Tuhan menyelamatkan Jakarta, tidak jadi membara, selalu ingat kata Ahok, Gusti Allah ora sare. Kita tgg next episode, manusia dgn species kere prestasi dan akhlak ini akan dihentikan oleh prilaku dirinya sendiri atau Tuhan yg akan menghabisinya secara sempurna.

Tuhan terima kasih Engkau masih sayang Indonesia, kami tau keindahan yg Engkau berikan kdg membutuhkan cobaan melalui orang yg kdg membuat kami berang.

Ah Jakarta,..

 

(Sumber: Facebook Biakto Biakto)

Saturday, May 25, 2019 - 23:15
Kategori Rubrik: