Anies, Jokowi dan Jembatan Indiana Jones

Ilustrasi

Oleh : Ismail Amin Pasannai

Viral jembatan gantung di Srengseng Sawah Jakarta Selatan ditinjau langsung kondisinya oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Tentu sesuatu yang sangat positif dan menunjukkan benar-benar beliau sedang bekerja dan melanjutkan tradisi gubernur sebelumnya yang doyan blusukan dan melihat langsung di lapangan.

Postingan foto beliau sedang berada di jembatan yang disebutnya mirip jembatan Indiana Jones yang diposting di akun FB Anies Baswedan dishare dan dikomentari ribuan netizen. Sayangnya, komentar yang muncul kebanyakan menyalah2kan gubernur sebelumnya yang sekarang telah menjadi Presiden.

Katanya, baru gubernur sekarang yang peduli dan melihat langsung kondisi memprihatinkan jembatan yang digunakan warga setiap harinya tersebut. BENARKAH DEMIKIAN?

Fakta yang harus diketahui:

Pertama, jembatan "Indiana Jones" itu juga pernah dilihat langsung oleh Jokowi di dua bulan pertamanya menjadi gubernur Jakarta, 8 Desember 2012 (sementara Anies baru melihatnya langsung setelah 3 bulan menjabat gubernur). Jokowi memerintahkan untuk diadakan perbaikan. Cuman tidak dibuat jembatan permanen, karena itu bukan wewenang Pemda DKI, melainkan wewenang Pemkot Depok. Anggaran untuk perbaikannya pun tidak boleh menggunakan dana APBD DKI Jakarta, karenanya Jokowi memberikan bantuan pribadi sebanyak 20 juta untuk renovasinya (detik.com, 18/12/2012).

Kedua, jembatan tersebut bukan jembatan resmi. Melainkan jembatan alternatif untuk motong kompas. Jembatan itu dibangun sejak 1982 atas inisiatif seorang warga yang bernama Husin, yang karenanya kondisinya seadanya dan awalnya hanya dibuat dari bambu (Kompas, 10/12/2012). Perawatannya pun selama ini menggunakan swadaya warga setempat. Karena sudah ada jembatan resmi, yang berbentuk permanen dan tidak jauh dari jembatan "Indiana Jones", mungkin karena itu Pemkot Depok merasa tidak perlu membiayai pemugarannya menjadi jembatan permanen. Bahkan menganjurkan pada warga untuk tidak menggunakan jembatan gantung yang membahayakan keselamatan tersebut.

Ketiga, setiap jembatan atau jalan yang dibuat atas inisiatif warga, jika kondisinya seadanya, memprihatinkan atau bahkan membahayakan hanya karena tidak mau jalan lebih jauh, maka bukan menjadi tanggungjawab pemerintah setempat. Dan tidak bisa pula menyalahkan pemerintah, telah membiarkan ada jembatan gantung yang reot tanpa menjadikannya permanen. Sebab setiap pemkot telah memiliki peta tata ruang sendiri yang telah menjadi wewenang sepenuhnya pemkot atau pemda.

Karenanya, jika Anies Baswedan sebagai gubernur DKI membicarakan keberadaan jembatan "Indiana Jones" dan manfaatnya bagi warga sehingga dibangun permanen (karena juga menyangkut nasib warga Jakarta yang menjadi tanggungan gubernur Anies), tentu akan lebih baik. Namun, sekali lagi, keputusan membangunnya menjadi permanen adalah keputusan mutlak Pemkot Depok (termasuk gelontoran dananya) karena jembatan tersebut berada dalam lokasi yang menjadi wewenangnya.

Kesimpulannya, Jokowi tidak mempermanenkan jembatan "Indiana Jones" dimasanya menjadi gubernur, karena memang bukan wewenangnya, tidak masuk dalam wilayahnya.

Silakan puji kinerja gubernur Anies, tapi tetaplah menyertainya dengan informasi dan data yang akurat, sehingga tidak jatuh pada aksi bully dan nyinyir yang tidak pada tempatnya.

Sebab perlu anda ketahui, Jokowi yang dulunya gubernur DKI, dalam dua tahun masa kerjanya sebagai presiden telah membangun 32 jembatan gantung diseluruh wilayah Indonesia, dan di tahun 2018 menargetkan menyelesaikan 700 jembatan gantung permanen. Silakan, usulkan jembatan gantung "Indiana Jones" itu untuk menjadi salah satu target yang dipermanenkan, seizin pemkot Depok yang lebih tahu tata ruang diwilayahnya tentunya. Karena tentu, tidak semua jembatan alternatif yang dibuat atas inisiatif perorangan warga karena enggan memutar lebih jauh, harus dipenuhi.

Namun ya gitu, cebong mana ngerti beginian?

Sumber : Status Facebook Ismail Amin Pasannai

Tuesday, January 23, 2018 - 17:00
Kategori Rubrik: