Ani Nyapres; Kasih Seorang Ibu

Oleh: Denny Siregar

 

Ibu Ani Yudhoyono jadi capres 2019 ?

Menakjubkan. Itulah satu-satunya kata yang bisa saya haturkan. Tidak ada yang lebih tepat yang bisa dicalonkan memang selain bu Ani.

Kenapa tepat ? Karena bu Ani akan menjadi wajah segar di era per-politikan Indonesia. Segar karena ia tidak pernah mencalonkan apapun selain sebagai think thank dari bapak Yudhoyono.

Bu Ani menguatkan tradisi bahwa partai seharusnya menjadi dinasti. Partai harus identik dengan nama keluarga. Kalau tidak ada anak, adek, kakak, kakek, bibi yang bisa dicalonkan, paksakan juga istri, menantu dan kalau bisa cucu yang bahkan baru belajar jalan. Yang penting jadikan ini dinasti, jangan orang lain yang dimajukan.

Mungkin bu Ani terinspirasi dari Hillary Clinton, istri Bill Clinton, yang sekarang menjadi calon kuat dari partai yang bernama Demokrat juga. Kalau doi bisa, kenapa gue gak bisa ? Begitu mungkin yang ada di pikiran bu Ani.

Apa yang dilakukan oleh bu Ani akan menambah spirit juang bagi keluarga yang lainnya. Inilah perjuangan terbesar bu Ani. "Ayo, Ibas.. Kamu bisa !" Begitulah mungkin seruan bu Ani kepada anak tersayangnya. "Ibu saja bisa, masa kamu tidak sayang ?" Bisa dibilang inilah perjuangan terbesar seorang ibu kepada anaknya, bukan karena haus kekuasaan seperti yang dikatakan banyak orang. Bukan. Orang banyak salah menilai niat si ibu.

Saya mendukung bu Ani untuk ini. Kasih ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang tol cipularang, panjang dan bergelombang ga keruan, banyakan istirahatnya.

Dan orang-orang Demokrat pasti senang. Mereka seperti lingkaran di PDI-P yang senang punya mainan, simbol2 yang selalu diusung sebagai pengaman kepentingan. Selama keluarga yang memimpin, posisi gua pasti aman.

Apakah mungkin bu Ani nanti menang dan menjadi Presiden ? Mungkin saja, hasil itu wilayah Tuhan, manusia hanya berusaha. Dan bu Ani pun akan tenang, tidak akan ada yang mempermasalahkan pemimpin wanita, seperti dulu eranya Megawati. Karena PKS pasti akan diamankan, dibagi kursi dan kesenangan, yang penting elu diam.

Ah, bu Ani... Tidak sabar rasanya menunggu tahun 2019. Dimana wajah bu Ani terpampang dimana-mana. Apakah jargonnya masih sama ? Katakan tidak, tidak dan TIDAK, pada korupsi. Semoga ya bu, korupsi sdh semakin parah dan hanya Demokrat-lah yang mampu memberantas semuanya.

Teriring doa dan salam, semoa apa yang dicita-citakan ibu, bapak, anak-anak, kerabat dekat dan para petinggi partai tercapai.

Nb : Jangan lupa, ibu.. Pakai kerudung ya. Kalau ngga, nanti ibu rawan diserang. Kerudung menciptakan image agamis, relijius dan takut hanya pada Tuhan. Lihat saja para koruptor wanita di pengadilan, mereka langsung takut pada Tuhan ketika di pengadilan.

Salam kopi ibu, semangat pagi.. Raihlah dunia ini sebanyak2nya, hidup hanya sekali, kapan lagi ?

Balasan :

"Cukup, Rhoma... Jangan lagi kau ucapkan itu..." *menutup wajah dengan tangan dan berlari sambil menangis pergi

 

(Sumber: Facebook Denny Siregar)

Wednesday, March 16, 2016 - 19:15
Kategori Rubrik: