Andi, Narkoba, Wanita Dan Demokrat Yang Sekarat

ilustrasi

Oleh : Biakto Biakto

Corong Demokrat korslet, Andi Arief ditangkap saat nyabu, plus kondom aroma jeruk dan "teman" wanitanya. Kejadian ini mengerucutkan kesimpulan kencangnya AA menyerang dan kadang membuat semi hoaks dan hoaks utk kepentingan pilpres kepada pihak petahana ternyata dia punya alam pikir yg tak biasa.

Persoalan yg lebih serius adalah bukan AA sbg pemakai, mengutip kalimat ke"prihatinan" yg sll disebut SBY adalah, ternyata AA sbg wasekjen partai Demokrat menyimpan sifat bejat, dan skrg kita terbelalak bahwa kebejatan mulutnya disulut full oleh kebejatan akhlak.
Dari gaya mereka menyerang dgn kata2 yg kadang seperti anjing gila, jangan2 bukan cum AA, FDN, juga sama kelakuannya. saat bicara otaknya lagi bekerja dgn booster narkoba.

Demokrat adalah sebuah partai besar dan pernah berkuasa, dimana saat inipun sedang getol menyiapkan putra mahkota, tiba2 ada yg menyentakkan kita, wasekjennya mengkonsumsi narkoba, celaka kita kita, celaka Indonesia, ada manusia gaya bicaranya seperti dewa, kelakuannya ternyata bak setan kelas pengahancur bangsa, ini bukan apa adanya, tapi serius dan luar biasa. Sebuah kandang politik telah dihuni oleh manusia amoral yg mulutnya selalu viral. Menyerang semua kebijakan pemerintah tanpa pijakan yg mendasar, berkoalisi tanpa prestasi, rumah kecilnya di partainya boleh tidak apa2, namun Indonesia sbg rumah besarnya tidak bisa menerima. AA telah menjelma menjadi virus perusak bangsa, dimana diluar sana anak2 kita sedang menonton seorang pentolan partai digulung selimut kemaksiatan diamankan oleh kepolisian, ditonton jutaan pasang mata, menjadi contoh buruk bak beruk tertunduk.

Dalam kondisi kasat mata AA memakai narkoba, bersama wanita, dan kondom yg belum dibuka. Tiba2 waketum Gerindra meracau bahwa ini sebuah kegagalan Jokowi yg tidak bisa memberantas narkoba. Kita curiga jangan2 dia sdg on juga, karena tidak mampu membedakan pencuri merusak pagar, dgn rumah tanpa pagar. Ini contoh manusia yg suka dgn tagar tapi otaknya tak lagi segar.

Berjubelnya hoaks yg disemburkan pasukan paslon No.2, menunjukkan kualitas manusianya. Meminjam istilah Amien Rais tentang bisikan langit. Kita telah menerima tanda2 bahwa tidak ada satupun alasan bangsa Indonesia memilih pemimpin dari golongan tercela. Ya, memang kualitas bukan No.2, bila dipaksa bisa celaka kita semua, khususnya Indonesia taruhannya.

Komplet sudah dalam kandang No. 2, banyak fitnah, kebohongan, kemunafikan, kefasikan, dan dilengkapi narkoba. Ya No.2, memang beda, dan No,1 tetap jitu.

#MARIJOKOWILAGI
Sumber : Status Facebook Biakto Biakto

 
 
Tuesday, March 5, 2019 - 08:15
Kategori Rubrik: