Andaikan Cak Saipul di Lockdown

ilustrasi

Oleh : Ainur Rofiq Al Amin

Jam 3 sore ini saya hujan-hujan yang memang hobi saya. Saat di depan rumah, saya ketemu penjual kaki lima yang kehujanan, maka saya suruh berteduh di teras rumah karena memang deras hujannya.

Namanya adalah Saipul, para santri memanggilnya dengan Cak Pul. Tinggalnya di belakang klenteng Jombang. Dia jualan sejak tahun 2005 dan yang paling sering dia mangkal di depan rumah saya hampir tiap hari. Sambil jualan dan sambil lihat arek arek gasmi latihan pencak di hari Selasa dan Jumat. Dia jualan sempol, usus dan pangsit goreng.

Cak Pul pernah mencoba jualan di pondok-pondok yang ada di Jombang (gak perlu saya sebutkan), tapi katanya tidak boleh oleh paguyuban yang ada di sana. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, dan Cak Pul tidak bisa memenuhi. Hanya di Tambakberas yang katanya bebas, tapi saat ini sedang dibentuk paguyuban.

Tambakberas kata Cak Pul ada 132 penjual kaki lima dengan macam-macam jualan makanan. Penjual pentolnya saja ada 42 orang.

Saya tanya berapa bersih penghasilannya? Cak Pul yang jualan sejak jam 9 pagi sampai maghrib itu penghasilannya kadang 50 ribu, 60 ribu dan 70 ribu. Lalu Cak Pul yang anaknya sudah tiga itu saya tanya, kalau santri liburan apa tetap jualan? Kata Cak Pul "Saya juga ikut libur."

Saya tanya lagi, "Lha selama libur kesehariannya gemana?" Cak Pul menjawab, "Kulo (saya) tiap hari nabung 20 ribu dari penghasilan. Uang itu yang saya pakai saat santri libur."

Anda bisa MEMBAYANGKAN uang penghasilan di atas, lalu disimpan 20 ribu, sisanya untuk kebutuhan makan, lalu bagaimana kalau mereka sakit, bagaimana juga kebutuhan anaknya bagaimana pula bila ada lockdown.... Tidak usah DIBAYANGKAN.....

Sumber : Status Facebook Ainur Rofiq Al Amin

Thursday, March 19, 2020 - 08:30
Kategori Rubrik: