Andai Jokowi Meniru Suharto

Oleh: Liem Gin Tjiang
 

Sekedar mengenang kembali buat yang pernah mengalami jaman Suharto dan memberi gambaran buat yang masih kecil waktu jaman Suharto.

- jika kemarin 1USD = Rp. 13.500 tiba2 hari ini jadi Rp. 20.000, apa yang kita rasakan? Apakah kita tidak mendemo besar2an Presiden Jokowi?

Hal seperti itu ber kali2 dilakukan di jaman Suharto, 1 USD dari 400 besoknya jadi 600, dari 600 besoknya jadi 900, dari 900 besoknya jadi 1.300, dari 1.300 besoknya jadi 2.000, terakhir saat Suharto turun dari 2.000 jadi Rp. 16.000/USD.

- Bagaimana perasaan rakyat jika anak2 Jokowi yang masih muda2 tiba2 jadi pemegang saham proyek2 raksasa macam jalan tol, jembatan, pelabuhan, lapangan terbang?

- Bagaimana perasaan rakyat jika setiap beli bensin disitu harganya termasuk komisi sebesar 1% yang duitnya masuk kantong anak2 Jokowi?

- Bagaimana perasaan rakyat jika jendral2 polisi dan TNI anak buah Jokowi digratiskan masing2 puluhan ribu hektar HPH di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Papua?

- Bagaimana rasanya jika anak, ponakan atau cucu yang pinter2 dan kritis tiba2 tidak pulang ke rumah dan hilang tanpa bekas setelah mengkritik Jokowi? Hal inilah yg bikin suasana tampaknya aman, bagaimana bisa tak tampak aman? Orang2 ga ada yg brani protes.

- Bagaimana rasanya jika semua PNS harus mencoblos PDIP saat pemilu? Kalau ga nyoblos PDIP selamanya ga bisa naik pangkat.

- Bagaimana rasanya ?

Ah sudahlah...

Jika demikian, bagaimana rasanya jika Jokowi dijadikan pahlawan nasional?

Ini hanya sekedar mengingatkan lagi buat yang pelupa yang pernah jadi rakyat dijaman Suharto.

 

(Sumber: Facebook Liem Gin Tjiang)

Friday, May 27, 2016 - 19:45
Kategori Rubrik: