Anarko Berbaju Hitam-Hitam, Pengganti Bendera Hitam?

ilustrasi

Oleh : Prasetyo BoediFrast

Tahun 2014 -- saat kampanye pilpres periode pertama Jokowi apakah anak-anak anarko itu terpantau gerakanya ??? tidak -- yg mendominasi media dan dunia per-demo-an masih kelompok transnasional Islam proxy London.

Tahun 2017,Gegeran Pilgub DKI yang menarget Ahok masih kelompok bendera Hitam yang bahkan sampai demo berjilid-jilid ( dan itu sepertinya mengecewakan bohir karena target selanjutnya yakni Jokowi tetep tak tersentuh walopun harus make tumbal Ahok)

Tahun 2018, Masih demo-demo kelompok bendera hitam walo tidak terlalu dominan imbas larinya imam besar jumbo (efek sosialisasi pelarangan organisasi HTI semakin di pahami kebanyakan masyarakat) demo-demo oleh kelompok ini melemah.....

Tahun 2018, Tepatnya di hari buruh Internasional kelompok anarko baju hitam sudah mulai kelihatan turun kejalan-- belum membakar akan tetapi mulai unjuk gigi dengan vandalisme corat-coret simbol anarko di tembok2 dan fasilitas publik.

Tahun 2019, Tepatnya di hari Buruh Internasional-- kelompok Anarko semakin berani -- melebur dengan "sebuah" kelompok Buruh yang mendukung pak Prabowo mereka kelompok anarko itu sudah mulai berani melakukan lebih dari vandalisme yakni merusak bahkan membakar fasilitas umum. Tercatat mereka beraksi di beberapa kota, termasuk Karawang, Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Makassar.

(1/5/2019) Di Surabaya, muncul pula massa berpenampilan hitam-hitam. Ulah mereka juga sama, bikin rusuh. Tanpa banyak bicara, massa berpakaian hitam-hitam ini langsung melakukan aksi duduk di depan Gedung Negara Grahadi tempat massa buruh merayakan May Day, Rabu (1/5).
Huruf A hitam juga dicoretkan pada tembok kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Timur di Jl. Ahmad Yani, Surabaya.

Di Makassar, massa berpakaian hitam-hitam juga beraksi. Kata juru parkir di wilayah Panakkukang kepada detikcom, 20 orang berpakaian hitam merusak spanduk reklame, mencoret dinding, dan melempar batu.

Di Jawa barat ; Selain aksi corat-coret, mereka juga merusak berbagai tempat dan kendaraan. Tak hanya orang dewasa, banyak anak-anak di bawah umur yang ikut dalam kelompok tersebut.

Sebanyak 619 orang yang diduga anggota Anarcho-syndicalism ditangkap di Bandung. Ratusan lainnya sempat ditangkap, tetapi karena masih di bawah umur, polisi hanya menggunduli kepala anak-anak itu lalu melepasnya. (saat itu Fadli Zon bersuara nyinyir memprotes aksi penangkapan polisi dan penggundulan anak2 anarko --juga di ikuti oleh protes dari LBH dan SJW).

Pengumuman hasil Pilpres 22 Mei 2019, kembali kelompok anarko + kelompok Onta fetamburan terlihat melakukan aksi kekerasan - kelompok baju hitam ini terlihat dominan dan jadi awal mula pemicu kerusuhan. (banyak yang di tangkap tapi kemudian di lepaskan demikian pula --dengan lapisan diatas kelompok anarko ini banyak yang di tangkap tapi kemudian di lepas satau persatu).

Oktober 2020, kembali anak anarko membikin ulah dengan memakai isyu UU Omnibus Law mereka kembali melakukan aksi vandalisme dan kekerasan .

Siapakah penggerak mereka??? jelang pilpres 2019 sebetulnya udah jelas ada pertemuan antara seorang anggota "dewan" yg bertemu kelompok anarko di bandung sore hari sebelum aksi Mayday di andung dan krawang-- saya sempat dapat info dan saya posting sayang akun saya tumbang dan laptop instal ulang hingga foto itu ikutan ilang--- tapi lupakan foto itu -- kita amati fenomena baru saja yakni melemahnya / berkurangnya demo2 oleh massa Islam yang memakai isyu Agama dan di gantikan dengan Isyu kesejahteraan buruh, kapitalisme yang isyunya biasa di usung oleh kelompok serikat buruh dan kelompok Anarko terutama yang anak2 syndikalis.

Siapakah penggeraknya ?? tadi malam saya lihat wawancara dengan Prof Kiki -- ini polanya sama dengan peristiwa mei 1998---- kalo pola sama siapakah yg bikin pola? kalo tukang "jahitnya" mah beda sebab dulu 1998 tukang jahitnya cepak2 dan tegap----- kalo sekarang tukang jahitnya sekilas seperti anak alay yang di tattoin --di pakein baju hitam dan baju anak STM tapi pola bajunya sama.

Sumber : Status Facebook Prasetyo BoedFrast

Thursday, October 22, 2020 - 09:30
Kategori Rubrik: