Ananda Sukarlan

Ilustrasi

Oleh : Sahat Siagian

Saya gak paham ketika Romo Magnis dan Erros Djarot bawa-bawa soal kesantunan dan etika dalam menanggapi aksi walk-out Ananda Sukarlan.

Sejak pasangan rasis itu dinyatakan sebagai pemenang, saya sudah membayangkan hal tersebut terjadi di mana-mana. Bukan pembangkangan, hanya tak sudi hadir bersama di sebuah acara. Apakah itu kejahatan? Tentu bukan.

Atau tak santun? Aneh. Apa pernah aksi Walk Out di gedung DPR kita cap tak senonoh atau tak pantas? Gak tuh. Sebagian dari kita malah menerimanya sebagai sikap heroik dalam memperjuangkan keadilan. Sebagian lagi menanggapinya sebagai aksi cuci-tangan.

Walkout di gedung parlemen adalah tindakan konstitusional. Kenapa pulak kepada tindakan Ananda Sukarlan kita beri takaran berbeda?

Ananda Sukarlan telah memicu kita bersikap dengan dosis pas. Banjir di berbagai kawasan Jakarta sudah memantiknya. Tak lama lagi aksi Ananda Sukarlan bakal meluas.

Yakinlah. Kebenaran tidak pernah tersembunyi. Ia hanya menanti momen mistikal untuk menggampar kemunafikan, kerakusan, dan kebiadaban. Kadang berkeputusan untuk meninggalkan ruangan memang terasa mistis.

Sumber : Status Facebook Sahat Siagian

Tuesday, November 14, 2017 - 21:15
Kategori Rubrik: