Analisis Sederhana Tentang Kontrak Lobi $ 80.000

Ilustrasi
 
RedaksiIndonesia - Kabar tidak menyenangkan dihembuskan Dr. Michael Buehler yang dipublikasikan dalam salah satu forum di Australia. Dia mengatakan Indonesia membayar $. 80,000 melalui perantara di Singapura supaya Jokowi bisa menemui Obama di gedung putih. Dasar dari tuduhan itu adalah adanya bukti pembayaran yang tercantum di dokumen yag didaftarkan ke Departemen Kehakiman Amerika. Karena di Amerika transparan, maka dokumen ini bisa dilihat mata publik.
 
Dalam dokumen tertanggal 8 Juni di bawah Foreign Agents Registration Act (FARA) 17 Juni, terlihat kontrak antara Pereira International PTE LTD dengan R&R Partners, Inc. Pemerintah Indonesia melalui Kemenlu sudah membantah tuduhan ini bahwa, tidak ada penggunaan lobbyst, meski itu hal yang biasa dalam dunia politik. Jokowi datang ke Amerika atas undangan Obama. Ada dokumen surat menyurat yang dilakukan sebelumnya. Kemenlu juga yang mengusahakan terselenggaranya kunjungan presiden ke Amerika tanpa makelar.
 
Sekarang ini menyisakan pertanyaan tentang mengapa Pereira dan R&R membuat kontrak. Karena pemerintah Indonesia tidak pernah meminta jasa lobbyist, maka kontrak memalukan itu diluar sepengetahuan pemerintah Indonesia. Isi kontrak yang bisa terbaca adalah dari lobbying service sebesar $.80,000 yang dicicil 4 kali, maka R&R akan melaksanakan jasa untuk pemerintah Indonesia. Jasa yang dilakukan antara lain: - Mengatur pertemuan dengan tokoh kunci kongres Amerika - Menjamin untuk mendapatkan peluang yang diagendakan sewaktu kunjungan Jokowi - Mengidentifikasi dan bekerjas sama dengan individu, media dan lain lain.
 
Hal hal di atas ini memang scope tugas kemenlu. Membuat Scope of Service yang dituliskan di perjanjian kontrak Pereira dengan R&R sangat mudah. Tidak perlu rumit. Yang penting bisa mempermalukan Jokowi. Semudah membuat cerita hoax di Obor Rakyat. Karena Scope of Service ini nantinya dilampirkan di dokumen yang disubmit ke FARA di bawah Dep Kehakiman Amerika maka dokumen ini akan dilihat publik. Ini akan dijadikan kartu Turf dari oposisi Jokowi.
 
Sketsa dari blunder ini saya lampirkan pada gambar untuk memperjelas permasalahan. Dokumen kontrak Pereira dan R&R yang disubmit ke Dep Kehakiman Amerika memang asli, asli buatan Pereira dan R&R. Uang receh 80,000 Dollar dan isi Scope of Service itu memalukan dan mungkin memang itu tujuannya untuk mempermalukan Jokowi. Perang dokumen sebetulnya sudah sering terjadi.
 
Ruslan (Kompasiana)

 

Monday, November 9, 2015 - 08:30
Kategori Rubrik: