Analisis Pengamanan Presiden Saat Kunjungan Ke Afganistan

Ilustrasi

Oleh : Alto Luger

Presiden Jokowi sudah selesai dengan lawatannya ke Afghanistan. Beliau adalah Presiden Indonesia kedua yang pernah mengunjungi Afghanistan, tetapi beliau merupakan Presiden pertama Indonesia yang mengunjungi Afghanistan saat negara itu berada dalam kondisi ancaman keamanan yang ekstrim.

Suksesnya kunjungan Jokowi ke Afghanistan adalah kesuksesan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang berfungsi sebagai 'enabler' bagi Presiden Jokowi untuk melakukan kunjungannnya. Ini adalah tugas yang cukup berat, mengingat threats (ancaman) yang ada di Afghanistan, yang berbeda dengan ancaman di daerah lain.

Berdasarkan pengalaman beta di Afghanistan, ada dua threats yang sangat khas dengan kondisi Afghanistan sekarang dan tentunya menjadi pertimbangan tersendiri bagi Tim Advanced Paspampres dalam merencanakan perjalanan dimaksud.

Yang pertama adalah Infiltrasi Taliban/AQ ke dalam Angkatan Bersenjata Afghanistan dan yang kedua adalah serangan darat ke udara dengan misil.

Ancaman Infiltrasi Taliban/AQ ke dalam AB Afghanistan akan menghasilkan apa yang disebut dengan 'Green on Blue Attack'. Hal ini bisa terjadi dalam bentuk serangan langsung yang mematikan, atau bisa dalam bentuk berbagi intel dengan anggota yang mempersiapkan bom-bom bunuh diri di rute yang sudah dipersiapkan. Ancaman serangan darat ke udara, walaupun jarang terjadi tetapi memiliki dampak yang sangat besar. Hal ini bisa dilakukan oleh Taliban/AQ dengan menembak pesawat memakan SAM (Surface to Air Missiles).

Tanpa perlu masuk ke taktis pengamanan yang dilakukan Paspampres di lapangan, beta yakin dua pelajaran yang didapat setelah evaluasi dilakukan adalah:

1. Bagaimana teknik Perencanaan Misi khususnya membahas background checks personnel Afghanistan, pengamanan Rute termasuk teknik diversion dan kompartementasi informasi;

2. Bagaimana Pilot-pilot pesawat Indonesia One melakukan sistem penerbangan tempur yang disebut tactical landing/take off, baik yang berformasi spiral (corkscrew approach/landing) maupun combat Approach/Landing.

Bagi orang yang belum pernah mengalami penerbangan dengan combat approach/landing, maka isi perut bisa keluar. Beta waktu di Afghanistan selalu terbang dengan teknik seperti ini.

Jadi bisa dimengerti sekarang ya kenapa Komandan Paspampres sampe sujud saat pesawat kepresidenan udah berada di ketinggian yang aman.

Dua pelajaran di atas akan membuat Paspampres semakin jaya dalam mengamankan Presiden.

SETIA WASPADA

Salam dari Iraq

Sumber : Status Facebook Alto Luger

Friday, February 2, 2018 - 09:45
Kategori Rubrik: