Anak Narsis, Kesalahan Cara Didik Orangtua

Setiap orang pada dasarnya punya sisi narsis masing-masing. Di dalam diri kita masing-masing pastilah ada keinginan untuk terlihat lebih menarik dan bisa memikat hati lebih banyak orang. Tapi kalau narsis berlebihan, salah-salah kita malah mengganggu kenyamanan orang lain dan mental kita sendiri jadi tidak stabil.

Bagi yang sudah punya anak, penting untuk mendidiknya dengan baik. Jangan sampai anak tumbuh dengan jiwa narsis berlebihan. Sayangnya, masih banyak dari kita yang melakukan kesalahan dalam mendidik anak. Dilansir dari lifehack.org, ada sejumlah tanda atau cara didik yang sebenarnya salah dan bisa membuat anak tumbuh narsis berlebihan. Selengkapnya simak infonya di bawah ini.

narsisisme

1. hal (keadaan) mencintai diri sendiri secara berlebihan

2. hal (keadaan) mempunyai kecenderungan (keinginan) seksual dengan diri sendiri (sumber: kateglo.com)

1. Memuji Anak Berlebihan

Pujian memang bisa meningkatkan motivasi anak. Hanya saja jangan sampai berlebihan, apalagi jika kita membuat anak merasa diri mereka selalu sempurna. Tak apa untuk memberitahu mereka akan kekurangan dan kelemahan yang mereka punya. Agar mereka juga bisa belajar menerima diri mereka apa adanya dengan tetap memaksimalkan kelebihan yang mereka punya.

2. Membandingkannya dengan Anak Lain

Anak usia tujuh hingga delapan tahun mulai bisa membandingkan diri mereka dengan anak lain. Penting untuk memastikan kita tidak membuat mereka tertekan dengan membandingkannya dengan anak lain. Juga jangan sampai terlalu keras menuntut anak untuk jadi orang lain hanya karena kita menganggap orang lain tersebut lebih baik dari anak kita.

3. Salah dalam Memberitahu Cara Menanggapi Kritik

Anak-anak paling mudah meniru orang dewasa, khususnya orang tuanya. Kalau kita sering memperlihatkan wajah tidak suka atau sebal ketika dikritik, anak-anak juga akan menirunya. Mereka pun menganggap kritikan sebagai ancaman dan bukan sesuatu yang membangun.

4. Selalu Membela Anak

Sebagai orang tua kadang kita merasa tidak tega saat anak harus terjebak dalam masalah dan kesulitan. Sehingga kita jadi berusaha untuk memperbaiki keadaan dengan membelanya. Padahal ini bisa memberi dampak buruk. Anak-anak perlu belajar untuk bisa mengatasi masalahnya. Mereka perlu belajar dari kesalahan. Sebuah kesalahan bahkan bisa memberi ruang yang lebih luas bagi mereka untuk belajar.

5. Terlalu Menyombongkan Sesuatu di Depan Anak

Hal ini bisa dibilang sangat mengecoh. Kadang kita tak bisa menahan diri ketika kita merasa lebih hebat atau wah dari orang lain. Sehingga kita menyombongkannya di depan anak. Padahal anak juga perlu belajar untuk menerima perbedaan yang ada tanpa harus menghakimi pihak atau kelompok lain.

Sifat narsis biasanya identik dengan terlalu percaya diri dan sombong berlebihan. Merasa diri kita selalu jauh lebih baik dan sempurna dari orang lain. Sampai ada kecenderungan kita meremehkan dan menganggap rendah orang lain.

Sungguh sayang kalau anak jadi tumbuh sebagai anak narsis hanya karena kita salah mendidiknya. Tak mudah memang untuk mengasuh dan mendidik anak agar tumbuh kembangnya optimal. Tapi kita selalu bisa berusaha untuk membentuk kepribadian dan karakter mereka dengan baik dari sekarang.**(ak)

Sumber tulisan: vemale.com

Sumber foto :pojoksatu.id

 

 

Wednesday, March 16, 2016 - 09:00
Kategori Rubrik: