Anak Muda, Mau Warisan Seperti Apa?

Oleh: Iyyas Subiakto Setelah 350 thn dijajah, kita Indonesia baru menemukan sekelompok anak muda, Soekarno, dkk, membuat Indonesia merdeka. Begitu lama menunggunya untuk membuat penjajah enyah. Dalam catatan sejarah ada 24 kerajaan di Nusantara, dimulai kerajaan Salakanegara pada thn 128 masehi, sampai puncak kejayaan Kerajaan Pasai di Aceh pada thn 1636 masehi. Dari sana ditengarai mulai masuknya penjajah ke Nusantara, sampai kemerdekaan diraih thn 1945.

Entah karena apa kita terlambat merdeka, apa karena yg menjajah adalah negara kerajaan, sehingga bisa saja raja-raja di Nusantara merasa nyaman berdampingan dgn para penyamun. Amerika 176 thn lebih dahulu merdeka dari Indonesia, demokrasi sudah dimulai lebih dini. Sementara kita setelah kemerdekaan berusia 20 thn, malah dijajah oleh orba, dan membuat porak poranda. Dua jendral pernah memimpin Indonesia, maaf, kita tak disisakan apa-apa, mereka setelah pensiun pada jadi kaya, bgt juga jendral lainnya walau tak jadi presiden, tapi hidupnya mapan, nyaman. Jarang mantan jendral yg hidup pas-pasan, kecuali jendral Hugeng ( polisi ) yg kerap terdengar. Untung saja kita lolos dari incaran jendral ke 3 untuk mencoba kembali berkuasa, dan 3 kali gagal menuai mimpi, sekarang dia sedang mencoba lagi, setelah kita diberi bukti dan contoh pasti bagaimana dia dan koloninya memporak porandakan Jakarta, apa kita mau tutup mata, dan membiarkan buaya menerkam tengkuk kita untuk ketiga kalinya, kebayang Indonesia jadi apa bentuknya. Munculnya Jokowi, sebagai hadiah dari Tuhan, mestinya tak kita sia-siakan. Manusia rendah hati yg tak lelah mengabdi ini sudah selesai dgn dirinya, hidupkan telah dihibahkan hanya untuk bekerja bagi Indonesia dan rakyatnya. Saya yakin dalam benaknya tidak terbesit untuk menjadi kaya, dan aji mumpung jauh dari pikirannya. Lihat saja keluarganya, anak-anaknya memilih usaha yg jauh dari pusaran istana, nun jauh disana, martabak yg dia cetak, markobar dan sang pisang menjadi pilihan untuk mengais rezekinya, mereka bukan tipikal Cendana, atau Cikeas yg tak pernah puas. Pertarungan antara Jokowi dan PS bukan sekedar pertarungan puncak dimana PS akan habis-habisan karena ini kesempatan terakhirnya. Lebih dari itu, hasilnya akan menentukan, apa yg bakal diwariskan dari selesainya pemerintahan 2024. Penataan yg sedang dilakukan Jokowi ini, adalah memulai pondasi yg seharusnya kita dapatkan 50 thn silam, tapi apa boleh buat entah siapa yg kualat kepada para malaikat, kok kita dikasi pemimpin yg berpenampilan memikat tapi kelakuannya tukang sikat, semua diembat, sampai ampasnya nyaris tak ada. Untung sisanya masih bisa dikelola diujung harapan bersama pemimpin yg berjiwa optimis, dinamis, dan tidak cuma meringis. Kebayang kalau Jokowi model gondoruwo, kita sudah pasti semakin loyo, bangsa ini bisa jadi bangsa sontoloyo. Sekarang pilihan ditangan kita, mau meninggalkan warisan seperti apa kepada anak cucu kita, mau yg jelas ujudnya, atau cuma dikasi gambar tanpa pondasi dan bangunan. Jokowi sedang menyiapkan bangunan dengan pondasi yg kokoh, dengan ekonomi dan industri, dinding yg kuat, dengan pertumbuhan ekonomi terukur dan infrastruktur, warnanya indah karena keberagaman, bukan keseragaman yg dipaksakan, karena kita tumbuh dengan budaya, termasuk agama, keyakinan, suku, bahasa, yg berbeda. Semua dirangkum dalam nawa cita, dikerjakan dengan kesungguhan, bukan dengan sesenggukan. Dia negarawan, bukan preman yg gaya dipenampilan tapi tak punya keterampilan, sok gaya-gayaan, kalau pidato cuma banyolan, analisanya pakai angka setan, hasilnya tebak-tebakan murahan persis mewakili kelompoknya yg sukanya cuma membuat kerumunan. Apa yg mau diharapkan dari orang yg tak paham segala persoalan, bahkan rakyat yg mau diminta suaranya dihina, dimarjinalkan. Kemiskinan menjadi olok-olokan, ternyata bank dunia yg menampiknya. Begini model pemimpin, bisa benar-benar miskin kita dibuatnya, atau lontaran itu siasatnya sehingga bila kelak dia merampoknya, dia punya alasan bahwa sejak lama orang miskin banyak, dia tidak bisa berbuat banyak. Ah..tapi tidaklah, jangan sampai dia menggapai mimpinya, sekali lagi bisa mampus kita semua. Makanya, jangan sampai anak cucu kita menerima warisan yg tak ada isinya, karena dihabisi pendahulunya yg sengaja merampoknya. Jangan-jangan bukan merampok rumah yg sedang terbakar, tapi, setelah dirampok rumahnya dibakar, kelar kita semua. TENTUKAN WARISAN DENGAN CERDAS MENENTUKAN PILIHAN. TIDAK PERLU LIRIK KIRI, LIRIK KANAN, KARENA JOKOWI ADA DIDEPAN. DAN MEMANG DIA SUDAH DIDEPAN DAN TERDEPAN. SELAMAT MENENTUKAN PILIHAN, JANGAN SALAH JALAN KALAU MAU BERMASA DEPAN, BUKAN BERSAMA ORANG YG CUMA DAGELAN. #MARIJOKOWILAGI

Wednesday, November 14, 2018 - 17:30
Kategori Rubrik: