Anak Korban Perang Itu Bersembunyi di Ketiak Ibunya

ilustrasi

Oleh : Abdulloh Faizin

Moncong moncong molotov dan gelegak takbir kepalsuan membuat kau mencari tempat persembunyian di ketiak ibumu nak

Padahal kau hanya diperbatasan bukan di daerah klimaks Negara perang. Begitu kejam perang mereka menghantammu.

Aku tak bisa memandangi wajahmu nak !

Aku tak mampu membuka kelopak mataku dan menatapmu dengan sinar kekuatan seperti biasanya.

Memandangmu seperti memandang gelombang lautan kepedihan luka hati yang begitu dalam nak !

Kau bersembunyi memegang kulit ketiak kasih sayang ibumu dengan isakan tangis karena kejahatan yang bengis itu nak !

Mereka memburumu seperti kucing memburu ikan asin dengan bernafsu mematahkan tulang tulanngmu.

Seperti anjingnya merobek robek kulit kesuciamu.

Seperti singa dengan ganas buas ingin meceking menerkam mencabik cabik menghabisi mangsanya.

Mereka adalah manusia dari serpihan doktrin ampas dari khilafah agama dengan nafsu angkara murka radikalnya.

Mereka barhati namun kering cinta kasih mereka punya jiwa namun tak punya cinta dan rasa air mata nak.!

Mereka membawa Tuhan ingin membunuh masa depanmu dan ingin menghancurkan harapanmu nak !

Namun Tuhan punya rencana dan keputusan untuk yang terdzolimi untuk diberi keadilan tinggi lagi suci.

Bersabarlah nak karena setiap air mata yang mengalir dan pecah akan menjadi kuncup doa yang merekah untukmu nak untuk semoga menjadi berkah.

Sumber : Status Facebook Abdulloh Faizin

Saturday, February 15, 2020 - 10:15
Kategori Rubrik: