Anak Didik Korupsi

ilustrasi
Oleh : Fritz Haryadi
Birokrasi itu benchmark korupsi? Saya tidak setuju. Sebab saya sudah temui benchmark itu jauh lebih awal. Yaitu di sekolah. Sebagai siswa.
Ya memang bisa disebut sekolah itu poloduk birokrasi; tapi sebagai orang pendidikan, saya melihat sekolah itu sumber peradaban; jadi justru birokrasi yang adalah poloduk sekolah.
Saya lebih tidak nyambung lagi kalau orang bilang sekeluar dari sekolah akan menemui realita yang berlawanan dengan teori. Lho realita itu sudah ada sejak di sekolah kok. Sejak awal kelakuan pengajar memang tidak nyambung dengan dobosnya. Sejak awal kita memang miskin teladan. Dan miskin teladan itulah akar budaya maling yang sudah membhinneka ini.
Biasanya yang tidak melihat itu antara dua : 1) oknum sekolahnya kebetulan bagus bingitz, karena yang bagus memang oknum, 2) ybs semasa jadi siswa kurang peka menangkap teladan di balik dobos.
Sebab seperti sudah saya bilang ulang-ulang, sekolah kita sudah sangat komplit untuk menyiapkan anak didik menghadapi dunia luar. Semua ada di sekolah; korupsi ada, pungli ada, plagiat ada, seks bebas ada, kekerasan ada, radikalisme ada, intoleransi ada, primordialisme ada, feodalisme ada, diskriminasi ada, eksploitasi ada, perbudakan ada, khilafah ada, separatis ada, penyembah berhala (artis Korea) ada, miras ada, narkoba ada, orang goblok ada - dan melimpah dan senantiasa diupayakan untuk tetap goblok bahkan makin goblok.
Goblok goblok goblok bangsat anjing.
Sumber : Status facebook Fritz Haryadi
Sunday, February 28, 2021 - 16:45
Kategori Rubrik: