Anak Audisi Terpapar Rokok?

ilustrasi

Oleh : Ditya

Karena hobinya main badminton, Briant hampir saja mengikuti audisi PB Djarum, tapi karena saat itu banyak ujian persiapan kelulusan SD maka keinginan ikut audisi dikesampingkan. Walaupun agak kecewa, tapi dia paham dengan situasinya. Akhirnya dia cukup hanya ikut club saja, untuk melampiaskan hobinya.

Dari situ kami banyak bertanya tanya tentang audisi badminton oleh PB Djarum, salah satunya informasi bahwa setiap anak yang diterima audisi akan berpisah dari keluarganya dan hidup di asrama. Diposisi ini saya merasa beruntung Briant tidak ikut audisi, karena saya sepertinya belum bisa kalo berpisah ucul puthul berbulan bulan dengan anak. Saya salut pada orangtua yang rela melepas anak berbulan bulan agar bisa konsentrasi pada olahraga, pun demikian salutnya dengan sang anak sendiri yang sudah mempunyai tekad kuat untuk meraih cita cita.

Apakah saya tidak takut Briant terpapar dengan iklan rokok jika mengikuti audisi PB Djarum?. Ooo tidak!. Menurut saya iklan segencar apapun, kalau anak mempunyai informasi yang benar dan konsep pertahanan diri yang baik maka dia bisa memilah mana iklan yang berguna dan yang tidak, dan tentunya terus perhatian orang tua. Dia tidak peduli siapa itu Djarum, pake baju bertuliskan apa, yang ada dalam pikirannya saat itu ya ikut audisi untuk menguji kemampuan badmintonnya.

 

Sekalipun saya tidak jadi mendaftarkan anak saya ikut audisi PB Djarum, anggap saja dia tidak mengenal apa itu iklan merk Djarum, tapi setiap ke Indomaret dia selalu melihat display berbagai macam rokok di kasir, setiap ke warung dia bisa melihat anak anak yang disuruh orang tuanya membeli rokok, ketika bermain dan bepergian dia bisa saja bertemu dengan orang tua yang merokok sembarangan, maka tetap saja dia mengerti apa itu rokok.

Dengan berjalannya waktu anak pasti akan mengenal segala sesuatunya, hal baik buruk dari berbagai sudut kehidupan. Tidak mungkin kita hanya menutup satu pintu dan berharap semua akan beres. Sebagai orangtua juga pasti terbatas kemampuan untuk bisa membendung hal hal negatif diluar sana. Bagi saya, memperkenalkan dan menekankan anak untuk melakukan hal hal positif adalah satu cara efektif untuk menangkal hal hal negatif.

Sejak anak anak kecil, saya mewajibkan mereka untuk menguasai minimal satu alat musik dan olah raga. Bukan hal yang mudah mengarahkan jenis seni musik dan olahraga yang akhirnya mereka gemari, tapi tetap harus diniatin. Jujur bukan untuk gegayaan, tapi menurut saya ketika konsentrasi anak banyak tercurah untuk kegiatan yang positif, anak akhirnya akan tahu bedanya hidup sehat dan hidup tidak seha, anak bisa memilah mana hal yang baik dan tidak baik. Menurut saya, itulah cara yang terbaik, mempersiapkan pertahanan diri pada anak sebaik baiknya, jadi tidak terlalu kuatir dengan iklan iklan atau hal negatif yang datang bertubi tubi.

*Bukan iklan Yonex*

Sumber : Status Facebook Ditya

Wednesday, September 11, 2019 - 10:30
Kategori Rubrik: