Amnesti Pajak Gairahkan Investasi di 2016

REDAKSIINDONESIA-Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengaku program amnesti pajak mempengaruhi gairah investasi di tahun ini karena para pengusaha fokus membawa hartanya dari luar negeri ke Indonesia.

Tom menegaskan, tahun ini merupakan tahun berbenah. Dia memprediksi, pada 2017-2018, investasi akan lebih bergairah karena akan didorong oleh pertumbuhan ekonomi yang lebih positif bila dibanding kinerja tahun ini.

Meski demikian, Tom tetap memaklumi dan mendukung para pengusaha untuk menjalankan amnesti pajak, ketimbang ke arah investasi. Walaupun investasi tidak begitu bergairah, lanjut ‎Tom, dirinya yakin target investasi di tahun ini akan tercapai dengan baik.

"Kalau saya pribadi sangat mendukung, sangat memaklumi semua pengusaha pemodal fokus dulu ke tax amnesty. Bila perlu investasi dikesampingkan dulu, supaya memastikan bahwa benar-benar mereka ikut serta secara maksimal. Jadi menurut saya itu lebih penting," tegas Tom.

Pada tahun ini, Tom tetap percaya diri bahwa pertumbuhan investasi di Indonesia akan mencapai 14 persen, atau lebih meningkat bila dibanding tahun-tahun sebelumnya.

"Jadi tahun ini investasi pertumbuhannya 12-14 persen," tutup Tom.

Sebelumnya target pertumbuhan investasi diperkirakan sekitar 12-14 persen atau sebesar Rp631,5 triliun di  2017. Angka itu mengalami pertumbuhan bila dibanding target di tahun ini sebesar Rp594,8 triliun. "Tahun ini dan tahun depan 12-14 persen‎," ujar Tom.

Meski belum terlihat pertumbuhan ‎yang signifikan hingga saat ini, Thomas optimistis respons dunia usaha terhadap pengelolaan bisnis di Tanah Air semakin positif. Hal itu dibuktikan dengan janji Presiden Jokowi yang ingin membuat iklim investasi di Indonesia semakin membaik.

‎"‎Pertama yang penting itu dunia usaha domestik dan internasional sudah mendapat sinyal-sinyal kuat. Kenginan Presiden, Wapres, Menko, Kapolri, bahkan Panglima TNI dan sebagainya, ya bahwa kita memang serius menciptkan iklim ‎investasi yang lebih bersahabat," ungkap Tom.(metronews)**

Friday, October 7, 2016 - 12:00
Kategori Rubrik: