Amien Rais yang Naif

Oleh: Sunardian Wirodono

 

Tahun lalu, sebelum ditetapkan siapa capres Pilpres 2019, santer terdengar Amien Rais mau maju nyapres. Nggak kapok agaknya, meski dulu di 2004 ikut nyapres dan hanya dapat suara 7%.

Kali ini Amien sudah sibuk wiri-wara kemari-kesana. Dalam acara buka puasa (Juni 2018) di rumah Ketua PAN Zulkifli Hasan, Amien berpidato, “PAN lewat Rakernas yang dipimpin Pak Zul nanti tidak akan berlebihan. Kita akan menyapreskan tokoh kita sendiri. Pertama Zulkifli Hasan, Hatta Rajasa, Sutrisno Bachir, dan terakhir saya sendiri,...”

 

 
 
Soal usia, baginya, bukan masalah. Ia mengaku terinspirasi Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, yang terpilih di usia 92 tahun. “Pak Mahathir hanya satu angkatan di atas saya. Jadi, (untuk nyapres) never say no,” katanya.
 
Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi bahkan meyakinkan, “PAN serius mencalonkan Pak Amien Rais running for President 2019.” Amien Rais dinilai punya integritas sebagai pemimpin nasional. Dianggap sangat cinta rakyat dan NKRI.
 
Amien Rais sendiri (waktu itu) terlihat sangat pede. Ia juga meyakinkan kader-kader PAN, perlawanannya atas Jokowi akan berbuah hasil memuaskan. Itu karena Allah akan malu jika tak terjadi demikian.
 
“Jadi Anda itu sekarang perlu berdoa. Tiap sore, ya tiga menit saja: ‘Ya Allah, semoga engkau memberikan bangsa yang tercinta ini sebuah presiden baru yang cinta kepada agamamu, yang tidak akan mengkriminalisasi ulama, tidak akan menjual kekayaan bangsa ke asing dan aseng.’ Kalau belasan juta tiap hari itu berdoa (ganti presiden), Allah malu tidak mengabulkan,” kata Amien mengutip sebuah hadis; bahwa Allah akan malu jika tak mengabulkan doa hamba-Nya yang bersungguh-sungguh, meskipun doa untuk mengganti pemimpin.
 
Keyakinan Amien Rais berdasar dua ayat Alquran, Adz-Dzariyat ayat 50 dan surat Al-Ghafir ayat 60. Di surat pertama, ia menggarisbawahi ayat fahfiru ilallah. Ia tafsirkan ayat itu menjadi: “Larilah engkau semua menuju Allah tatkala menemukan masalah dan mencari solusi.” Amien Rais optimis bisa menang. Bahkan jika lawannya harus Jokowi sekalipun yang punya segudang bukti kerja nyata.
 
Dan kita tahu apa yang terjadi bukan? Amien Rais gagal dicapreskan. Tapi, lagi-lagi ia bermanuver, konon jagoan dukungannya sekarang ini, lagi-lagi juga karena tanda-tanda langit. Bahkan setelah 17 April 2019, Amien minta kita ramai-ramai mengantar Jokowi ke Solo karena lumpuh. Terbuat dari apakah Amien Rais itu, ya tuhan?
 
Kita jadi ingat lelucon Gus Dur, bahwa sampai kiamat pun Amien Rais takkan bisa jadi presiden. Karena? Jadi presiden itu berat, butuh yang punya nilai A-plus, bukan A-min. Dan kata Gus Dur pula, jangan pilih yang ada Amien Raisnya. Terus pilih siapa? Pilih yang ada gambar badaknya, kata Deddy Mizwar.
 
 
(Sumber: Facebook Sunardian Wirodono)
Thursday, January 24, 2019 - 15:45
Kategori Rubrik: