Amien Rais Pun Dicuekin Jokowi

Oleh: Sunardian Wirodono

 

Dalam acara buka puasa (30 Mei 2019) di rumah besannya, Amien Rais menyatakan ada pihak-pihak yang ingin mempertemukannya dengan Presiden Jokowi. Sayangnya, Amien tak bersedia menjelaskan pihak mana dan siapa namanya. Pernyataan model begini, tak bisa dipertanggungjawabkan. Karena nilai bohongnya tinggi.

Amien menyatakan tak ingin datang ke istana. Tak ingin dianggap sowan menemui Jokowi. Karena khawatir diplintir sebagai upaya Amien mendukung Jokowi. Amien Rais meminta Jokowilah yang menyambangi rumahnya di Yogyakarta.

 

Tak lebih dari seminggu kemudian, Jokowi ke Yogya. Menyambangi Amien Rais? Boro-boro. Padahal selama dua hari kunjungan ke Yogyakarta, acara Jokowi tidaklah padat. Ia lebih banyak ngendon di Gedung Agung. Jika pun ada yang dikunjungi, menemui Sri Sultan Hamengku Buwana X. 

Kita tak tahu, bagaimana Amien Rais, sesama wong Solo, memaknai hal itu. Namun membandingkan berbagai pernyataan verbal dan kasar Amien pada Jokowi, dari soal bebek lumpuh, ingin mengantarkan pulang ke Solo, hingga Tuhan yang malu; Amien sama sekali tak dianggep. Jokowi yang dibebeklumpuhkan, men-cuekbebek-innya.

Mungkin ini berlebihan, khususnya bagi yang benci berlebihan pada Jokowi. Meski kaum pembenci takkan pernah bisa menjelaskan; Mengapa, juga karena apa, dan demi apa kebencian itu. Karena Jokowi adalah mimpi ideal sebagian besar rakyat Indonesia. Yang menginginkan pemimpin amanah dan fatonah. Yang kesidiqan dan tablighnya harus diterjemahkan dengan cara berbeda. 

Kita membutuhkan generasi masa depan yang lebih berani bersikap pada manusia-manusia ruang hampa udara, yang hanya sibuk sok milsuf, sok agamis, sok budayawan, sok penyair, sok nu, sok muhammadiyah, sok ulama, sok politikus, sok akademikus. Karena begitu banyak warna dipakai sebagai legitimasi, sementara syaraf otaknya cuma item-putih mulu. Yang intinya, tak beda jauh dengan Si Brisik Rizieq.

 

(Sumber: Facebook Sunardian W)

Friday, June 14, 2019 - 10:00
Kategori Rubrik: