Amien Rais : Jika Ahok Tidak Dipenjara, Jokowi Akan Dilengserkan

Rasanya, Dibalik Demo yang berjilid-jilid itu ada Grand Desain dari mereka yang sudah Kebelet ingin berkuasa. Ingin mengembalikan Negri ini agar bisa mengusai Sumber Daya Alam yang melimpah ini seperti rezim sebelum Jokowi. Mereka sudah menikmati 10 tahun rezim SBY yang melimpah ruah dana untuk pesta pora dengan aman tanpa gejolak. Sebab, ormas-ormas garis keras, partai-partai Islam, tokoh-tokoh agama dan politik, semua sudah diberi KUE agar duduk diam menikmati hidangannya SBY itu dengan tenang, kecuali mereka yang berada di oposisi dengan pemerintahannya SBY, digencet dengan pencitraan yang santun ala Bapak Prihatin Indonesia itu.

Oleh : Stefanus Toni Aka Tante Paku

Energi bangsa ini terkuras dan terbuang sia-sia dalam beberapa bulan ini karena aksi demo berjilid-jilid sebagai cara "perlawanan" dengan dalih BELA AGAMA, padahal di baliknya yang terjadi adalah aksi tidak tunduk dengan HUKUM di Indonesia. Karena cara-cara mereka memaksakan kehendak dengan ancaman dan ceramah di Masjid-masjid demi menguasai negeri ini atas dasar satu agama yaitu Islam versi kelompok mereka yang merasa paling benar.

Bahkan Amien Rais yang selalu muncul dalam setiap kekisruhan politik di negeri ini pun ikut ambil bagian, tentu saja perannya sebagai Sengkuni tetap melekat pada dirinya, sebab komentarnya tidak pernah mendinginkan suasana tapi selalu memanaskan kepala, karena memang dia haus kekuasaan sejak gagal jadi presiden, lalu apa komentar dari Mbah Amien ini?

"Jika Ahok tidak dipenjara, Jokowi akan dilengserkan!"

 Begitulah akhirnya terkuak dari demo-demo atau aksi-aksi TIGA ANGKA itu, bukan aksi bela agama melainkan untuk KEPENTINGAN POLITIK dan agama hanya sebagai kendaraannya saja. Sebab umat Islam di Indonesia terkenal bersumbu pendek dan sangat mudan diprovokasi untuk MEMBENCI yang Ulama benci.

Secara Kasat mata, jelas dalam setiap Demo akan selalu ada Agenda. Dan itu terbukti pada demo 212 demi Sang Pangeran Dari Cikeas. Lalu ujug-ujug ada Foto mesra mereka Ngerumpi bersama dimeja makan dengan Pangeran Cendana, yang berujung ketika demo 414 pentholan FUI ditangkap karena memang terbukti Makar.

Rasanya, Dibalik Demo yang berjilid-jilid itu ada Grand Desain dari mereka yang sudah Kebelet ingin berkuasa. Ingin mengembalikan Negri ini agar bisa mengusai Sumber Daya Alam yang melimpah ini seperti rezim sebelum Jokowi. Mereka sudah menikmati 10 tahun rezim SBY yang melimpah ruah dana untuk pesta pora dengan aman tanpa gejolak. Sebab, ormas-ormas garis keras, partai-partai Islam, tokoh-tokoh agama dan politik, semua sudah diberi KUE agar duduk diam menikmati hidangannya SBY itu dengan tenang, kecuali mereka yang berada di oposisi dengan pemerintahannya SBY, digencet dengan pencitraan yang santun ala Bapak Prihatin Indonesia itu.

 Untuk itu mereka kini kerja keras untuk membuat goncang situasi negeri ini, jika tidak demikian mereka juga menyadari bahwa nanti di Pilpres 2019 tentu tidak akan bisa menandingi Presiden Jokowi jika berbicara Visi dan Misi. Maka dengan Bercermin Pilkada DKI , jika Pemerintah KETAKUTAN dan menyerah Kalah Dengan Tekanan Demo, hal ini bisa dijadikan senjata Pamungkas untuk semakin menekan dan menakuti siapa saja yg akan memilih Jokowi .

Demo BELA AGAMA akan selalu mereka lakukan, walau tidak ada yang memerangi agama Islam di negeri ini. Tapi mereka juga akan menunggangi dalam setiap Moment apapun juga Termasuk May Day kemarin, untuk mencari celah membuat kerusuhan. Walau Hari Buruh kemarin mereka kurang sukses dalam MEMBAKAR KARANGAN BUNGA karena faktor cuaca, hujan deras terpaksa menghentikan langkah mereka untuk membakar semua karangan bunga yang berada di Balaikota Jakarta itu.

Aksi-aksi mereka sebagi test  mengkalkulasi respon masyarakat, jika respon masyarakat semakin beranimo terhadap " Perjuangan" mereka, dan semakin banyak rakyat yang ambil bagian, memberikan sumbangan dan berbagai bantuan lainnya, tentu simpatik itu akan dimanfaatkan di 2019 agar bisa melengserkan Presiden Jokowi sama seperti melengserkan Ahok yang cukup kuat kinerjanya itu. Tanpa sentimen agama MUSTAHIL bisa mengalahkan Ahok apalagi Jokowi.

Demo soal Ahok termasuk Strategi awal untuk bisa mengalahkan Jokowi nanti. Seandainya Ahok Dipenjara sekalipun, bisa dipastikan mereka akan mencari cara untuk demo dalam setiap kesempatan dengan bungkus yang berbeda. Kalau bisa akan demo hingga 2019 nanti. Dan FPI, FUI, HTI, GNPF MUI, beberapa partai PKS, Gerindra, PAN, PPP, dan partai yang tidak mendukung pemerintahan Jokowi atau setengah hati mendukungnya, tetap akan mengambil peran agar bisa merebut kekuasaan RI 1.

Para tokoh-tokoh yang kebelet jadi Presiden akan mulai bermunculan tahun 2018 nanti, saat ini mereka baru melakukan penjajagan-penjajagan strategi melemahkan Jokowi, baik dari dalam maupun dari luar. Dari sini kita tunggu saja permainan yang penuh kejutan dari Presiden Jokowi yang sering tak bisa dideteksi lawan-lawannya itu. Mereka selalu menganggap Jokowi orang lemah yang bisa dikadalin, tapi mereka akan mendapatkan kenyataannya nanti, Jokowi bukan Presiden biasa, beliau sudah belajar dari Presiden Soekarno dan tengah menjalankan apa yang dimaui Soekarno untuk bangsa ini. 

Kita lihat permainan mana yang cantik berpolitik dan kasar politiknya.

Salam Dung Dung Pret!

 

 

Friday, May 5, 2017 - 22:15
Kategori Rubrik: