Amerika Akan Hancur

ilustrasi
Oleh : Raymond Liauw
 
Seorang teman bertanya “Koh Raymond, apa benar gara gara perang dagang dengan China, terutama dengan Huawei, banyak perusahaan di US gulung tikar, jumlah pengangguran di US bertambah banyak dan rakyatnya akan banyak yang kelaparan seperti di Venezuela ??”
 
Kalau anda pemain saham atau biasa mengamati perkembangan bursa efek NYSE (New York Stock Exchange), sebenarnya mudah sekali melihatnya karena setiap bulan Departemen Tenaga Kerja Amerika mengeluarkan data tenaga kerja dan pengangguran. 
 
Berdasarkan laporan untuk bulan May 2019, saat ini US sedang mengalami kemajuan ekonomi dan tingkat pengangguran di US adalah 3.6% yang merupakan tingkat pengangguran paling rendah selama 49 tahun terakhir. 
Berarti selama 2 tahun Trump menjadi Presiden, tingkat pengangguran di US turun secara drastis dari 4.9% di tahun 2016 menjadi 3.6% pada tahun 2019.
 
Para ekonom dan business analysts memprediksikan Trump akan terpilih kembali menjadi Presiden USA periode 2020-2024 karena keberhasilan beliau membawa ekonomi US lebih maju dengan menciptakan banyak lapangan kerja untuk rakyat Amerika.
 
Jadi, pertanyaan di atas muncul mungkin karena issue negative yang dihembuskan oleh mereka yang Anti USA.  Sedangkan saya yang tinggal di US sama sekali tidak khawatir hal itu akan terjadi sambil menikmati musim Summer yang indah.
 
Ketika kita kecil, kita sering melihat produk produk sepatu, kaos, celana jeans Made in USA. Sampai suatu saat, pemerintah US membuat kebijakan dengan membuka pasarnya secara bebas. Banyak pabrik pindah dari US ke negara lain karena gaji rakyat setempat murah, salah satunya adalah pindah ke negara China. Barang jadi yang masuk ke US dikenakan tariff masuk kecil bahkan tanpa dikenakan tariff.
Rakyat Amerika dibuat senang karena bisa membeli dan memakai produk merk dagang Amerika dengan harga murah. 
Hal ini berlangsung selama puluhan tahun sehingga tanpa sadar China telah menguasai negara US secara ekonomi. Boleh dikatakan tidak ditemukan produk Made in USA di negara Amerika sendiri. Hampir semua produk tertulis Made in China atau negara lain. 
 
Presiden Trump sadar dengan apa yang sedang terjadi di US, sehingga beliau melakukan Trade War dengan China yang salah satu caranya adalah mengenakan atau meningkatkan tariff masuk yang tinggi untuk semua produk yang diproduksi di China termasuk barang barang bermerk dagang Amerika. Tujuannya agar pabrik pabrik tersebut kembali beroperasi memproduksi barang di US dengan menggunakan tenaga kerja orang orang Amerika.  Inilah salah satu keberhasilan Trump dengan beroperasinya kembali ratusan pabrik di US dengan menyerap tenaga kerja orang Amerika. Hasilnya, sekarang banyak lagi dijual di Supermarket produk produk bermerk dagang Amerika dengan tertulis Made in USA.
Kebetulan baru minggu lalu istri saya beli panci dan kuali yang berlabel Made in USA, biasanya yang ada cuma Made in China. 
 
Untuk mengikuti kebijakan Trump, Google  juga telah memblok Huawei akses menggunakan Android, dan perusahaan perusahaan pembuat chip di Amerika salah satunya Intel juga menghentikan supply ke Huawei.
 
Saat ini anda dapat tertawa memuji muji China sambil mencemooh apa yang dilakukan oleh Trump. Namun, saat nanti China berhasil menguasai perekonomian negara anda seperti China menguasai Brunai Darusalam dan negara negara di Afrika karena negara negara tersebut diberi pinjaman oleh pemerintah China dalam jumlah yang luar biasa besarnya maka anda atau anak anak anda atau cucu cucu anda kelak baru akan sadar bahwa negara anda sebenarnya sedang dikuasai oleh China.
Negara Amerika sudah dan sedang mengalaminya, dan saat ini (sudah 2 tahun) pemerintah US sedang berusaha keluar dari “penjajahan” ekonomi tersebut.
 
 
Sejahtera dan sehat selalu.
Sumber : Status Facebook Raymond Liauw 
Monday, June 10, 2019 - 19:30
Kategori Rubrik: