Ambroncius Nababan VS Pigai, STOP

ilustrasi
Ambroncius Nababan vs Natalius Pigai?? STOP!!!
Oleh : Joel Yonk
Unggahan Ambroncius Nababan itu sejatinya hanya ditujukan kepada Natalius Pigai, dan tidak ada maksud menghina masyarakat Papua. Artinya pernyataan tersebut "person to person". Jadi jangan ada yang seenaknya menggeneralisir unggahan tersebut untuk semua orang Papua.
Saya ambil satu contoh, ketika Menteri Agama mengucapkan "Selamat Natal" kepada masyarakat Kristiani di Indonesia, Natalius Pigai malah menolak ucapan Natal dari Menag Yaqut Cholil dan bahkan menilai ucapan Natal Menteri Agama tersebut "berlebihan". Saya sebagai umat Kristen juga kurang tahu dimana letak berlebihannya. Namun umat Kristiani di Indonesia tidak menggeneralisir perkataan Natalius Pigai tersebut seakan dari semua orang Papua, tetapi dari pribadi Natalius Pigai sendiri.
Jadi mari kita bijak menyikapi hal ini, bijak menyikapi sifat dan sikap seorang figur/oknum di kalangan masyarakat. Terkadang sekalipun seseorang dengan lantang berkata untuk membela rakyat tapi nyatanya tujuannya hanya ingin sekedar memberi pengaruh yang tidak baik bagi masyarakat, yang hanya pintar menyalahkan orang lain, menunjukkan kelemahan orang lain tanpa menilai kekurangannya sendiri. Sebagai public figur hal itu bukanlah pelajaran yang baik bagi masyarakat. Disatu sisi ada yang menolak ucapan Natal & menolak untuk di vaksin, disatu sisi lagi melakukan tindakan rasis pada pribadi orang lain. Jadi satu pun tak ada yang memberikan pelajaran yang baik bagi masyarakat.
Tak ada yang perlu dicontoh & dibela, dan tak penting pula untuk dibela. Yang paling penting selagi Anda berdua sebagai publik figur di negri ini, perbaikilah etika, citra dan perbuatan Anda berdua untuk lebih baik lagi. Tunjukkan pada masyarakat bahwa Anda berdua public figur yang layak dicontoh dan menjadi panutan di tengah2 masyarakat Indonesia.
Mari berfikir rasional tanpa menjadikan situasi ini menjadi bahan yang seakan-akan akar kebencian antar suku yang bertujuan memecah-belah anak bangsa. Jangan kita mau di provokasi oleh orang2 yang tidak bertanggungjawab yang seolah-olah ingin merusak hubungan baik antar suku Batak dan Papua, sebab Batak dan Papua dari dulunya sangat kompak dan damai. Ingat, kita orang Batak & Papua bukan masyarakat yang mudah diprovokasi, yang mudah dipecah-belah, yang mudah ditunggangi oleh oknum2 yang tidak bertanggungjawab.
 
Kita adalah masyarakat Indonesia yang bijaksana, yang mencari solusi diatas masalah dan mengutamakan kedamaian. Sekali lagi; tidak ada dalam masalah ini urusan antar suku maupun golongan. Tetapi hal ini urusan pribadi yang satu ke yang lain. Jadi tolong jangan dibesar-besarkan masalah ini! Intinya, tak penting merasa domba di tengah2 serigala. Selagi kita masih manusia yang kurang sempurna dan penuh kesalahan dan dosa, mari belajar untuk saling mengampuni. Sebab ketika kita mengampuni orang yang bersalah pada kita, kita juga akan diampuni oleh TUHAN (Mat 6:14).
Sudahlah, Kristen yang baik harus mengutamakan kasih dan cinta damai loh bapak-bapak! So, salam sehat & tetap semangat bapak Ambroncius Nababan dan Bapak Natalius Pigai untuk melayani bangsa ini dan memberikan yang terbaik bagi negri yang kita cintai ini. Tunjukkan pada Indonesia bahwa bapak berdua adalah figur masyarakat yang berbesar hati, ikhlas, rela, gak keberatan dengan hal baik maupun buruk yang terjadi dan suka saling memaafkan demi kebaikan bersama. Kelak kami sebagai generasi bangsa ini akan mencontoh perbuatan baik kalian. Salam kasih dari saya yang bukan siapa-siapa yang hanya sekedar masyarakat biasa,

.

TUHAN YESUS memberkati.
Horas & Terima kasih!
Sumber : Status Facebook Joel Yonk
Wednesday, January 27, 2021 - 17:15
Kategori Rubrik: