Ambil Untung Berlebihan, Haram?

ilustrasi

Oleh : Ahmad Sarwat Lc MA

Sebenarnya bisa halal dan bisa haram. Tergantung konteksnya.

Contoh Ayah saya meninggalkan warisan vespa 74. Banyak yang nawar, tapi saya tidak jual. Akhirnya ada yang terus terang kalau 10 juta mau dilepas nggak?

Sambil becanda saya bilang, kalau 100 juta mungkin saya bisa berubah pikiran. Mungkin lho, belum tentu berubah juga.

Dia protes, mahal amat, masak 100 juta. Kebanyakan ambil untung itu haram, ustadz.

Saya bilang, vespa 74 itu bukan kebutuhan dasar orang banyak. Ente gak akan mati gara-gara nggak naik vespa 74.

Beda dengan kasus masker dan hand sanitizer yang harganya menggila hari ini. Harusnya diatur bahwa yang sakit dan membutuhkan dapat prioritas, tapi yang sehat boleh juga beli, tapi niatnya buat dihadiahkan, disedekahkan atau diwaqafkan kepada yang sakit.

Bukan untuk ditimbun dan dijual dengan harga menggila. Disitu letak titik kezalimannya, menahan apa yang jadi hajat orang.

لا تأكلوا أموالكم بينكم بالباطل

Janganlah kalian saling memakan harta di antara kalian dengan cara yang batil.

Kalau vespa 74 warisan Ayah saya sama sekali tidak ada kebutuhan masyarakat. Terserah saya, mau saya jual atau tidak saya jual, tidak ada urusan. Umat manusia tetap bahagia dan sejahtera tanpa vespa 74. Lagian plat nomor polisinya juga udah kadaluarsa.

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat Lc MA

Thursday, March 5, 2020 - 08:30
Kategori Rubrik: