Amankan Dana Desa

ilustrasi

Oleh : Johan Wahyudi

Di desa saya, semua jalan kampung sudah bagus jauh sebelum ada Program Dana Desa dari pemerintah. Gang-gang sempit sudah dicor.

Dananya bersumber dari iuran bulanan. Setiap RT pasti punya agenda rapat warga bulanan. Nah, rapat itu menghasilkan keputusan besaran iuran tahunan untuk setiap warga.

Demi keadilan, biasanya dibuat 2-3 kelas. Kelas A untuk ekonomi atas atau orang kaya, kelas B untuk ekonomi biasa, dan kelas C untuk kaum janda miskin atau dhuafa.

Besaran iuran berkisar Rp100.000 - 200.000/ tahun. Artinya, iuran wajib itu bisa dicicil sesuka warga. Mau dicicil bulanan dengan mengangsur setiap pertemuan atau dibayar tunai.

Hasilnya, kas RT cukup besar. Dari uang itu, dibangunlah jalan-jalan tanah dengan dicor semen agar kuat dan rapih. Program ini berkelanjutan hingga tak terbatas waktunya.

Era Pak SBY ada Program Dana Desa. Karena program ini bagus banget untuk kemajuan, Pak Jokowi pun melanjutkannya. Besarnya cukup fantastis, yakni sekitar Rp700 juta hingga Rp1 miliar per tahun. Sangat teramat besar....

Jadi, jika masih ada warga yang mengeluhkan rusaknya jalan, coba tanyakan ke kepala desa. Coba tanyakan, dikemanakan Dana Desa itu?

Sering saya ngobrol dengan beberapa perangkat desa dan tokoh masyarakat. Jika setiap tahun Dana Desa ditambah, mau diapakan lagi uangnya....???

Sumber : Status Facebook Johan Wahyudi

Monday, March 11, 2019 - 08:00
Kategori Rubrik: