Allahumma Laka Sumtu : Hadits Dhoif?

Ilustrasi

Oleh : Ahmad Sarwat

Beredar di medsos dan dari mulut para ustadz juga, bahwa doa puasa Allahumma Laka Shumtu ternyata hadits dhaif. Maka kalau puasa baca doa itu hukumnya haram. Begitu mereka simpulkan.

Saya kadang tertawa sendiri mendengarnya. Urusan haditsnya dhaif, silahkan diperdebatkan para ahli hadits. Tapi kalau jadi haram berdoa Allahumma Laka Shumtu, apa hubungannya?

Apakah kita tidak boleh mengarang doa sendiri? Apa semua doa harus pakai Quran atau hadits shahih? Apakah doa ngarang sendiri itu haram?

Coba nanti bulan Ramadhan nonton siaran langsung shalat tarawih dan witir dari Masjidil Haram Mekkah atau Nabawi Madinah. Qunut witirnya itu panjang sekali. Selain doa dari Quran Hadits, juga kesebut doa-doa gubahan sang imam sendiri.

Kadang doanya panjang, sampai 20 menit. Cerita tentang kondisi umat Islam di Palestina, Checnya, Rohingy, Pilipina dan belahan bumi lainnya. Saya suka kasih komen, ini qunut 'Dunia Dalam Berita'. Karena isinya doa minta kepada Allah agar umat Islam di tempat-tempat itu ditolong Allah.

Jelas sekali teksnya bukan Quran, bukan hadits. Nggak ada shahih-shahihnya doa begituan. Tapi toh diucapkan, dalam shalat pula. Dan diamini oleh berjuta makmumnya.

Apakah doa qunut macam itu berdosa? Apa jadi bid'ah? Apa merusak shalat witir?

Nggak tuh.

Lha terus kenapa baca Allahumma laka shuntu jadi haram, cuma dianggap haditsnya nggak shahih.

Doa hasil ngarang dibaca saat qunut dalam shalat aja boleh, So what gitu loh ngelarang baca Allahumma Laka Shumtu...

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat

Sunday, April 22, 2018 - 15:00
Kategori Rubrik: