Allah Saja Dibohongi, Apalagi Kita?

Oleh: Satyowati Pancasiwi

 

Ada seorang kafir ingin masuk Islam, datang ke Nabi Muhammad SAW, lalu berkata : "saya mau masuk Islam, Asalkan saya bisa berjudi, minum minuman keras, berkelahi (membunuh), berzina, mencuri, merampok.

"Pokoknya saya gemar dengan segala perbuatan jahat, jadi saya mau masuk Islam, asalkan tidak dilarang berbuat jahat".

 

 

Nabi berkata, tidak apa, cuma satu syarat, dijawab oleh kafir itu, apa itu ya rasul?? Jangan BERBOHONG, pemuda itu berpikir, gampang sekali syaratnya, kalau cuma itu....., baiklah saya bersedia, jawab pemuda itu.

Masuklah dia dalam agama Islam. Suatu hari dia mau mencuri, pemuda itu berpikir, bagaimana kalau Nabi bertanya, apakah kau mencuri hari ini??
Kalau saya jawab tidak, berarti saya berbohong, tetapi kalau saya jawab iya, maka saya akan di hukum potong tangan, akhirnya tidak jadi mencuri.

Hari berikutnya, mau berzina dan memperkosa, tetapi dia berpikir, kalau saya ditanya nabi, apakah kau berzina hari ini?? Kalau saya jawab tidak, berarti saya berbohong, tetapi kalau saya jawab iya, maka saya dihukum cambuk, akhirnya tidak jadi lagi.

Hari berikutnya, dia ingin merampok dan membunuh saudagar kaya, kemudian dia berpikir lagi, kalau saya bunuh, kemudian nabi tanya, apakah kamu membunuh hari ini?? Kalau saya jawab tidak, berarti saya berbohong, tetapi kalau saya jawab iya, maka saya akan dihukum pancung leher, akhir tdk jadi lagi. Akhirnya pemuda itu tidak pernah berbuat jahat lagi setelah masuk Islam.

Dari cerita itu dapat disimpulkan bahwa berbohonglah yang menyebabkan kejahatan semakin menjadi....

Maka pilihlah pemimpin yang tidak suka berbohong.......

SALAM AKAL SEHAT

(Sumber: Facebook Satyowati Pancasiwi)
 
 
Sunday, March 10, 2019 - 19:15
Kategori Rubrik: