All We Need is Love

Oleh: Eko Kuntadhi

 

Di masjid Annur, Christcurhc, New Zealand, jemaah Jumat sedang khusyuk mendengar kotbah. Mereka hendak bermesra dengan Tuhannya.

Lalu seorang bigot datang. Memarkir mobilnya di samping. Ia mengokang senjata berjalan memasuki masjid. Di halaman bertemu beberapa lelaki yang hendak Jumatan. Ia menembakan senjatanya beberapa kali.

 

Beberapa orang tewas bergelimpangan. 

Si penembak bergerak memasuki masjid. Jemaah yang duduk tertib kaget. Tapi belum sempat menghindar, sang bigot pembenci keburu memuntahkan pelurunya. Menghujani jemaah dengan timah panas.

Tubuh bergelimpangan. Puluhan lagi tewas.

Kota kecil yang tenang di tepi laut ini bersedih. Kenapa kebencian begitu buas. Sementara nama Tuhan disebut dalam ritual dan rumah-rumah ibadah.

Ratusan warga Christchurch memberikan belasungkawa. Mereka mendatangi masjid. Mengirim bunga. Menyatakan kesedihan. 

Tragedi telah mencoreng nama kotanya. Yang teduh dan tenang. 

Darah dan kebencian muncrat. Melukai mereka yang masih punya hati terhadap sesama.

Cinta yang terusir dari hati. Saat kedengkian mulai bersemayam.

Semoga cinta menggantikan kekerasan.

All we need is love...

 

(Sumber: Facebook Eko Kuntadhi)

Monday, January 20, 2020 - 08:45
Kategori Rubrik: