Alexis, Djarot yang Bertelor Anies yang Mengerami

Ilustrasi

Oleh : Mohammad Guntur Romli

Izin Alexis ternyata sudah habis sejak Agustus 2017 pada era Djarot, dan Djarot tidak memperpanjang, lantas mengapa bisa disebut “Djarot yang Bertelor, Anies yang Mengerami” soal Alexis? Baca tulisan di bawah ini:

Izin Alexis yang diributkan Anies ternyata sudah habis bulan Agustus 2017, pada era Djarot, dan Djarot pun sudah tidak memperpanjang.

Artinya Anies tidak pernah menutup Alexis tapi melanjutkan kebijakan Djarot yang tidak memperpanjang izin Alexis.

Dan, dalam surat yang beredar, tidak ada istilah penutupan dan penyegelan terhadap Alexis, hanya izin perpanjangan yang “belum dapat di proses”, ini kalimat yang menggantung, apakah nanti bisa diproses? Karena masih menggunakan kata “belum” bukan “tidak”.

Dan yang ganjil, alasan belum bisa memproses memperpanjang izin hanya karena berdasarkan “yang berkembang di media massa” bukan hasil ivestigasi dan bukti-bukti, serta fakta-fakta yang seharusnya dilakukan untuk menjatuhkan vonis. Misalnya buka saja CCTV di Alexis.

Memutuskan suatu persoalan hanya berdasarkan yang berkembang di media massa tapi tidak memiliki bukti dan fakta pendukung, serta kerja investigatif sendiri, inilah yang disebut “trial by press” penghakiman media massa, karena apa yang dilaporkan di media massa perlu investigasi dan penelitian lebih lanjut.

Namun kesimpulan yang bisa ditarik dari Peristiwa Alexis: Djarot yang sebenarnya tidak memperpanjang izin Alexis, dan dilanjutkan Anies, tapi Anies yang teriak paling kenceng.

Dalam peribahasa bisa disebut: Djarot yang bertelor, Anies yg mengerami. Djarot yang bekerja Anies yang menikmati

Sumber : Gunromli.com

Tuesday, October 31, 2017 - 15:00
Kategori Rubrik: