Alasan Tak Memilih Prabowo

Oleh: Riki Seprianto

 

Secara pribadi, saya tidak memiliki kekaguman, saya tidak meliki respect, saya tidak melihat sesuatu yg spesial dari prabowo untuk di 'jual' sebagai bahan untuk meyakinkan pemikiran saya bahwa dia calon pemimpin yg baik, dia tidak punya itu. Dia tidak punya nilai lebih di banding capres yg lain.

Selain tidak punya prestasi, catatan noda hitam masa lalunya, juga turut menghantui pikiran saya, seolah saya akan lenyap saat dia berada di tampuk kekuasaan. Ini hanya ketakutan pikiran saya saja. Dgn melihat semua sepak terjang masa lalunya, di tambah dgn melihat cara cara politik kotor yg di mainkan orang sekelilingnya.

 

 

Prabowo itu di kelilingi dan di dukung oleh kelompok atau orang orang 'Amoral', mereka yg berada di balik badan prabowo itu adalah mereka mereka yg haus akan kekuasaan, mereka yg tamak dgn kekayaan, mereka intolerans, mereka radikal, mereka yg tidak mencintai NKRI. Tidak seluruhnya, tapi mayoritas.

Sebut saja (kalau kita tunjuk satu persatu) adalah HTI kelompok ormas terlarang yg watak mereka adalah watak pemberontak, watak perongrong seperti binatang rabies dan virus perusak. Sebut saja kelompok Rizieq Shihab dan laskarngya sebuah ormas yg nyata dan secara terang terangan mendukung aksi aksi terorisme, terorism yg secara jelas telah banyak membunuh dan membantai manusia tanpa kemanusiaan, kelompok yg telah memporak porandakan banyak negara, yg mengakibatkan banyak kematian dan kesengsaraan.

Selain secara kelompok, orang per orang yg di sekeliling prabowo juga jenis manusia tanpa otak dan rasa malu. Jenis manusia yg menghalalkan segara cara demi ambisi kekuasaan agar dapat merampok dan merampas kekayaan negara ini.

Kita lihat fadli zon, pria tambun yg gagal otak, sehingga tidak mampu membedakan antara perilaku KRIMINAL dan kriminalisasi, tidak hanya gagal nalar, fadli zon itu juga suka membodohi pemikiran rakyat awam.

Ratna sarumpaet si wanita super HOAX, dengan segala aksi dan bacotannya yg asal dan ngasal, sering terjadi di karang karang sesuasi imajinasi gilanya. Bahkan beberapa kali, mulut busuk wanita tua ini menyebarkan issue yg nyaris membuat gaduh dan konflik, ratna sarumpaet ini jenis penipu ulung. Yg memang watak hoax itu sudah mendarah daging baginya.

Amien dan Hanum rais duo peranakan yg juga sama konyol dan suka memancing keruh, sejenis sifat SENGKUNI tak tahu malu. Atau memang dia tidak memiliki rasa malu. Amin dgn segala kegilaan logika nya sering menyeret agama dan tuhan pada ranah politik yg kotor. Sebut saja dgn label goblok nya partai tuhan dan partai setan. Tuhan malu kalau tak mengabulkan permintaan kelompok gobloknya. Sama dengan si A yg minus itu, si hanum itu juga pintar bersandiwara dgn lakon yg mengiba-iba. Bahkan gobloknya saat dia meyakinkan HOAX dan TIPUAN si ratna dgn kata 'saya dokter, saya paham,saya bisa bedakan'. tapi dia tidak secara jujur juga menulis 'saya adalah pelacur kemanusiaan yg membohongi kalian untuk meraih simpati". Gilanya, dia menyamakan si ratu hoax penipu ulung ratna sarumpaet itu sekelas pahlawan tjut nyak dien. Kan khintil bukan kontol.!!

Ada lagi di deretan orang orang prabowo adalah si pria tulang lunak, si pria lentur yg memang suka ngelantur. Bukan mencari simpati dgn pendidikan politik yg baik dan mencerdaskan, bukan dgn cara memaparkan rencana program kepemimpinan, bukan menawarkan program yg lebih baik dari rezim saat ini, si pria tulang itu malah bertingkah konyol, sebuah perilaku yg tidak pantas di lakukan sebagai seorang calon pemimpin, petai di kepala lah, tempe atm lah bahkan kurang adab melangkahi kuburan. Ini kan seperti melihat tingkah MONYET di hutan rimba sana.

Disisi prabowo sendiri, yg terlihat adalah watak pesimisnya, arogannya, wajah mboyolali lah, 2030 indonesia bubarlah, bukan menampilkan gagasan yg lebih baik dan smart dia bahkan melontarkan kata 'kita punah', kita di ajak seperti hewan purba dalam imajinasi politiknya. Receh dan tak berfaedah. Gimana mau jadi pemimpin yg baik kalau yg di suguhi adalah jiwa pesimis? Pak!!

Saya tidak bahas rocki gerung, selain dia 'dungu' bahas dia hanya memubazirkan waktu!!.

Sisi baik dari mereka di atas.

HTI itu baiknya adalah ingin berkhifalah sari'ah. Meski kita dgn penduduk islam terbesar di dunia itu juga tidak tepat. Mengganti dasar negara bagi saya sebuah kejahatan pada negara dan bangsa yg kita cintai ini.

RIZIEQ and the gang itu baiknya adalah dia mampu menyatukan banyak umat islam peduli akan kesucian agama (konon begitu), meski dia sendiri kabur tidak mencerminkan jiwa kstaria dalam ber agama.

Fadli zon juga ada baiknya. Selain codot dan congornya yg jarang mengeluarkan kata kata bermakna, dia adalah salah satu contoh bagaimana menjadi politikus suruhan yg taat dan manut. Dia juga bisa di jadikan simbol 'badut' politik yg ambisius.

Si amin dan hanum gak usah di bahas, capek gua!. Si tulang lentur juga gak gua bahas lagi. Eneeeg!

Apa yg baik dari prabowo?

Semangat nya. Dia bisa di jadikan contoh bagaimana semestinya menjadi pria tegar, kalah bangkit lagi. Jatuh berdiri lagi. Never give up lah prabowo itu.

Udah itu aja dulu. Wong pilpres masih lama kok, ngapain gua yg nyinyir ala lambe cemokot,

Masih ada yg mau minta tulisan ttg mereka?
Gua sundul biji lu.

(Sumber: Facebook Riki Seprianto)

Thursday, December 20, 2018 - 19:45
Kategori Rubrik: