Alasan Logis Soal Batal Haji

ilustrasi

Oleh : Ali Valentino

1. Kloter pertama harus diberangkatkan tanggal 26 Juni, sementara hingga saat ini (4 juni) Kerajaan Arab Saudi belum membuka akses pengurusan administrasi yang merupakan syarat utama keberangkatan (visa dan lain-lain). Bagaimana mungkin cukup waktu untuk mengurus persiapan haji 221 ribu jamaah hanya dengan 18 hari jam kerja sebelum keberangkatàn kloter pertama.

2. Di tengah Pandemic Pemerintah tetap harus menjalankan protokol Covid19 sebelum jamaah haji diberangkatkan, di mulai dengan pengecekan kesehatan 221 ribu calon jamaah dari seluruh Indonesia, menyiapkan ruang isolasi jika ada calon jamaah haji diduga ODP atau OTG. Tentu ini juga harus dijadikan pertimbangan.

3. Ada 221 ribu jamaah haji Indonesia yang akan bergabung dengan lebih dari 2 juta jamaah haji dari seluruh dunia. Pemerintah juga harus menjaga kesehatan jamaah haji Indonesia sebelum kepulangan mereka ke tanah air. Belum lagi bila ada jamaah haji yang terpapar Covid19 di sana, tentu harus disiapkan pula paramedis dan ruang Isolasi. Tidak terbayangkan kesulitan yang akan dihadapi Pemerintah.

4. Mengingat belum dibukanya akses haji oleh Kerajaan Saudi Arabia, ini menunjukkan bahwa KSA hingga saat ini belum mampu/tuntas menangani Covid19 di negara mereka sendiri (87 ribu warga Saudi positif Covid). Apakah masuk akal bila Pemerintah malah memaksakan kehendak mengirim 221 ribu warganya ke negara tersebut.

5. Jamaah haji yang batal berangkat bisa meminta kembali uang setoran hajinya pada pihak yang berwenang. Ini membantah fitnah para pembenci yang menuduh Pemerintah ingin memanfaatkan dana haji.

Sumber : Status Facebook Ali Valentino

Friday, June 5, 2020 - 08:30
Kategori Rubrik: