Alam, Manusia, Teknologi dan Rejeki

ilustrasi

Oleh : Fuad Adi

Rezeki bukan hanya uang, begitu kredo tentang rezeki. Sebuah komposisi alam yang indah dalam jepretan kamerapun bisa mewujud rezeki, setidaknya bagi mata, batin dan pikiran saya. Tetapi jika itu menjelma menjadi karya seni photografi bisa sungguh-sungguh menjadi uang, apalagi kalau di tangan seorang Andreas Gursky, hasilnya tidak hanya melebihi dari hasil panen seorang petani jagung, tetapi bisa memborong seluruh ladang yang ditanaminya.

Karyanya Rhein II pada lelang 2011 terjual USD 4,3 juta atau sekitar Rp 58,3 miliar.

Untuk menjadi rezeki tidak harus dari sesuatu yang mewah. Kepekaan pada apa yang dihadirkan alam dan kesigapan menangkapnya itu jauh lebih membuka sebuah peluang rezeki seseorang. 

Petani jagung yang telah memanen jagungnya barangkali tidak pernah memikirkan bahwa bekas ladangnya bisa menjadi obyek foto yang menarik. Sewajarnya seorang petani pergi ke ladang, alat-alat pertanianlah yang mereka bawa. Berbeda dengan saya yang bukan petani, meskipun sama-sama ke ladang pagi-pagi, saya hanya berniat jalan pagi menikmati hawa sejuk di lingkungan sekitar dengan bermodalkan tenaga apa adanya dan smarhphone.

Petani mendapat panenan jagung, saya hanya mendapat foto bekas panenan. Berbeda yang didapat belum tentu berbeda yang dirasa. Karena sayapun merasakan cukup bahagia atas apa yang saya dapatkan. Tanpa ada keinginan untuk menikmati apa yang petani dapatkan. Masing-masing telah mendapatkan apa yang semestinya didapat dari apa yang telah dilakukan dan persiapkan.
Dan saya lebih memilih rezeki yang sekelas Andreas Gursky saja.

Alam, teknologi dan manusia memang hendaknya saling mendukung agar rezeki dari alam menjadi berkah bagi sesama.

Sumber : Status Facebook Fuad Adi

Sunday, September 1, 2019 - 08:15
Kategori Rubrik: