Al Maidah Ayat 51 yang Dipolitisir

Oleh: Sahara Djati
 

Sebelum masuk ke ayat 51 yang menjadi andalan kaum sebelah untuk mengkafirkan kita umat Islam yang mendukung pak Ahok, baiknya kita mulai dari ayat sebelumnya yaitu ayat 48.

Du ayat 48- 51 ini menjelaskan tentang kisah orang-orang Yahudi dan Nasrani yang sering mengada-adakan hukuman dengan memenggal ayat-ayat Injil dan Taurat sesuka hatinya sehingga Allah menurunkan ayat-ayat ini utk memerintahkan kepada Nabi saw agar tidak percaya begitu saja kepada pernyataan orangorang yahudi atau nasrani atas sebuah hukuman.

48. Dan Kami telah menurunkan kitab (Al Qur'an) kepadamu (Muhammad) dengan membawa kebenaran, yang membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan menjaganya[1], maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah kamu mengikuti keinginan mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk setiap umat di antara kamu[2], Kami berikan aturan dan jalan yang terang[3]. Kalau Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang telah diberikan-Nya kepadamu[4], maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan[5]. Hanya kepada Allah kamu semua kembali[6], lalu diberitahukan-Nya kepadamu terhadap apa yang dahulu kamu perselisihkan[7],

Ayat 48 ini ttg hukuman MENCURI yaitu potong tangan dengan tahapan-tahapan dan jumlah minimal curian serta kategori barang yang dicuri apakah terjaga atau tidak.

49. Hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah[8], dan janganlah kamu mengikuti keinginan mereka. Dan waspadalah terhadap mereka, jangan sampai mereka memperdayakan kamu terhadap sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu[9]. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah berkehendak menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka[10]. Sungguh, kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.

Ayat ini menegaskan agar nabi saw memutuskan perkara sesuai dengan yg termaktub dalam kitab-kitab Allah tanpa mendengarkan ucapan-ucapan org yahudi atau nasrani, soal hukuman tsb.

50. Apakah hukum Jahiliah[11] yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agama-Nya)?

Ayat 50 ini menegaskan bahwa hukum yg benar dan berlaku adalah hukum Allah bukan karangan mereka orangorang yahudi dan nasrani.

51. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman setia(mu); mereka satu sama lain saling melindungi[12]. Barang siapa di antara kamu yang menjadikan mereka teman setia, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka[13]. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim[14].

Di ayat 51 ini Allah memerintahkan Nabi saw utk tidak mempercayai setiap ucapan mrk mengenai putusan hukuman BERZINA yang seharusnya diRAJAM bukan sesuai keinginan mereka yaitu hukuman berat atau ringan sesuai PERTEMANAN dan derajat pelakunya.

***

Nah, apakah ada hubungan antara memilih Gubernur dengan ayat Al Maidah 51 ini? Silahkan kita renungkan bersama dan silahkan dijadikan bahan referensi bagi kaum penuduh yang ngeyel bahkan menakut-nakuti kita dengan neraka sambil mengacung-acungkan ayat ini.....

Wallahu alam bishowab

 

(Sumber: Facebook Sahara Djati)

Thursday, April 28, 2016 - 14:15
Kategori Rubrik: