#AkuPapua

ilustrasi

Oleh : Lily Turanggan

Jangan komen negatif ya temans soal kerusuhan di Papua sejak mggu2 kemarin. Bicara Papua artinya kita bicara luka hati. Sama seperti Aceh, yang selama puluhan tahun, atas wilayahnya ditetapkan status Daerah Operasi Militer/DOM. Konsekuensinya, hidup diawasi ketat oleh militer zaman itu, tak jarang diintimidasi hingga hilang nyawa. Bukan 1-2 tapi puluhan, ratusan (atau ribuan?). Datanya beda2 tgantung siapa yang rilis.

Belum lagi pengerukan kekayaan alam oleh pusat sedangkan putra daerah hidup gak layak.

MASA DOM 
Di Aceh ada kampung janda, kata mantanku org sana.
Di Papua ada sumur tempat orang sekampung diceburin n ditimbun idup2. 
Banyak lagi cerita pilu...yang kemudian diceritakan oleh ibu/bpk yang mungkin pernah jadi korban ke anak cucunya. Sampai sekarang.

Belum lagi bicara Pepera akan penentuan pendapat rakyat tahun 69 mengenai apakah rakyat papua mau lepas atw ikut Indonesia. 1025 org Papua yang diduga sudah diintimidasi militer sebelumnya, waktu itu zaman Jenderal Sarwo Edhi, dibawa ke PBB dan satu persatu menyatakan mereka pilih ikut Indonesia. Belakangan, smp saat ini bahkan, Pepera 69 masih dituntut diulang lagi dengan jujur dan terbuka.

Jadi, jika dalam waktu 5-10 thn ini, kita yang non Papua udah merasa baik benget sama orang Papua, dibangunin jalan dsb...terus kita merasa berhak bilang: Udh dibaikin malah anarkis...

Ketahuilah...30 thn mereka kasih kita kekayaan mereka sedangkan mereka miskin. 30 tahun bukan 5-10 th. Jalan dibangun di Papua, BBM 1 hrga dsb, loh memang hak seluruh rakyat Indonesia. Itu bukan keistimewaan.

Jangan memaki org yang sudah khatam sakit hati. Puluhan tahun sakit hati, kalau pegawai nih misalnya...udh resign dan ga disebut khianat kan?

Tapi, saya ga mau Papua pisah...ada brbagai alasan...tapi saya ga mau maksa dengan cara terkecil sekalipun mis dengan bilang mereka gatau diri.

Kalau kt mau orang nyatu sama kita dengan ikhlas, normalnya kita harus baek sama mereka kan? Aplagi orang yang udh kita sakitin terus kan? Kemarahan mereka, saya amati, adalah luka yg terakumulasi. Bukan cm soal "nyomet lu'.

Rangkul Papua dukung setiap kemajuannya...pandang mereka sebagai manusia sama kayak kita. Tra ada beda.

Minta maaf klo selama ini nyakitin. Biarlah proses hukum bjalan tidak berlebihan atas kedua pihak yang terbukti bersalah. Ga usah libatin ormas yang tidak berwenang

Sumber : Status Facebook Lily Turanggan

Sunday, September 1, 2019 - 08:15
Kategori Rubrik: