Aku dan Covid 19

ilustrasi
Oleh : Ella Sofa
Alhamdulillah selama isolasi saya memang sering bikin status di WA, atau fb, belajar memotret saat berjemur, pernah juga mengedit video kegiatan PKM, atau video untuk yutub.
Tapi bukan berarti saya bebas dari gejala dan nikmat2 saja di rumah.
Bikin2 status dan lain2 itu adalah cara saya untuk mengisi waktu dan agar bahagia, selain berdoa dan ritual2 yang tidak tll perlu diceritakan.
Saya tidak baik2 saja, apalagi menjadi bagian dari sebuah propaganda. No.. No
Badan saya menderita, dengan berbagai gejala covid meski dari RS menyatakan belum perlu opname.
Jangan bilang covid itu hoaks.
Allah menghendaki saya merasakan gejala covid yang lumayan lama, istilah kedokterannya prolonged infection (monggo googling). Gejala yang saya rasakan adalah:
1. Tenggorokan sakit kira2 2 hari
2. Badan panas dan greges kayak mau flu sampai bbrp hari
3. Perut sensitif, sempat diare dgn rasa perut yang suakiiiit.
4. Mata sempet perih kayak sakit mata
5. Hari ke tujuh mulai batuk ngekel. Dan batuk ini nantinya berkepanjangan. Napas mulai ngos ngosan, dan sangat lemes sekali. Mulai anosmia dan makan tidak berasa
6. Sesak napas, sesekali dada terasa sakiit seperti dicengkeram. Kadang seperti ditindih. Apalagi saat berbaring, rasa sesak n sakit dada lebih berat.
Setiap malam adalah waktu menakutkan, takut karena sesak lebih terasa, hingga jujur tiap malam saya pasrah sambil berdzikir hingga tertidur dengan bantal tumpuk 3 (utk mengurangi sesak) . Saya berusaha ikhlas jika mmg waktu saya sudah dekat, atau mgkin sesak itu tanda2 mau berakhir mlm itu juga. Saya mengharapkan ampunan dan husnul khotimah. Tiap pagi adalah saat saya bnr2 bersyukur, ternyata masih bisa bangun...
Oh ya, hasil rongent wkt periksa di RS, ada cardiomegaly, bercak pulmo, dan broncopneumonia
7. Gejala lain, tiap pagi mual (mungkin krn asam lambung meninggi, bs jadi alam bawah sadar saya stres meski saya selalu berusaha ceria (di status) dan berusaha ikhlas. Sempat juga di ulu hari seperti ada gumpalan yg mengganjal, yg menekan terus ke atas, yg bila diminumin obat akan hilang, tapi nanti berulang spt itu terus...
8. Napas seperti saat kita berendam di air. Udara di sekitar saya adalah air laut plus riak gelombang. Pernah kungkum di laut kan? Ya... waktu itu selama sebulan lebih napas saya seperti itu, setiap hari...
Berat nggak sih napas di dalam air?
9. Dan yang aneh, saya seperti lagi di atas perahu..., seperti ada yg mengayun ayun, begitu setiap hari selama sebulan lebih. Pernah juga sampai tidak bisa berjalan kalau tidak pegangan tembok atau lemari yg ada di sekitar. Saya takut jatuh karena saya di atas perahu yang lautnya bergelombang.
Seingat saya itu saja gejala yang saya rasakan...
Sedikit apa banyak ya....
Atas kesabaran dokter2 yang mendampingi saya meski lewat hape, atas doa teman-teman yang tak bisa saya sebutkan satu persatu, atas kehendak Allah SWT yang maha pengampun dan penyayang...
Setelah berjuang mulai awal gejala, terhitung dimulai saat tenggorokan sakit, tanggal 14 November (Isolasi mulai tanggal 20 November karena saya baru sadar dan curiga kalau covid), syukur alhamdulillah, sedikit demi sedikit gejala mulai menghilang. Batuk mereda (setidaknya sudah tidak ngekel), napas mulai agak lega meski kdg sesak datang. Dan alhamdulillah rongent terakhir tertera tgl 28 Desember 2020, hasilnya sudah bagus, ada perbedaan signifikan dari ro pertama. Jantung besarnya normal, pulmo tidak tampak infiltrat, tidak ada brpn. Hanya ada bronchitis yg bisa jadi sebagai gejala sisa covid atau memang saya punya alergi.
Memasuki bulan Januari, napas saya sudah lebih baik, tidak seperti berada dalam laut (kungkum).
Dan, di tanggal 8 Januari, gejala naek perahu mulai tidak tll terasa.
Iya, jadi saya "berlayar" di lautan kira-kira mulai tanggal 20 November 2020 hingga 8 Januari 2021. "Pelayaran" terlama saya, lumayan ya...., mungkin karena selama ini saya cinta dengan laut, sehingga dapat bonus napas seperti kungkum di laut, dan badan seolah berlayar di atas laut. Saya tidak bohong... Peace..
Dan Alhamdulillah, swab saya yang ke 4 (selama sakit), akhirnya menunjukkan hasil negatif, pada tanggal 9 Januari 2021.
Apakah saya sudah tidak ada gejala?
Alhamdulillah, sekarang keadaan lebih baik. Hanya sedang mencegah sesak yg kdg masih datang dengan mengendalikan lambung. Lho?? Iya, pokoknya begitu. Yg kayak naek perahu kdg masih datang meski jarang n tdk berat. Dan...belum berani banyak bergerak, karena...masih suka lemes klo agak byk gerak.
Jadi...? Kesimpulannya, InsyaAllah untuk covidnya sudah sembuh, sudah tidak ditemukan virus sars covid di tubuh saya. Tapi..., gejala yang masih saya rasakan dinamakan gejala sisa (Googling yuk...)
Begitu...
Masih terus berdoa agar makin sehat dan bisa kembali bugar seperti sebelumnya, dengan berbagai cara... (Episode lain ya...)
BTW, ini pengalaman yang luar biasa bagi saya...
How ever..., saya bersyukur bisa melalui perjuangan kemarin. Akhirnya "pelayaran" saya berhenti, setidaknya bila naek perahu pun gelombangnya tak terlalu terasa, tipis-tipis.
Bismillah... Pagi tadi saya mulai masuk kerja.
Terimakasih Ya Allah, terimakasih teman2
Sumber : Status Facebook Ella Sofa
Saturday, January 16, 2021 - 13:15
Kategori Rubrik: