Aku Coba Rusak Kaum Rusak Ini

ilustrasi

Oleh : Andrian Kaifan

1. Saat Borobudur dibangun (konteks dia ke infrastruktur doang, rusak bener) itu ada kepala pemerintahan yg disebut raja yg seperti presiden juga, namanya Raja Samaratungga. Kalo mau paksakan Dinasti Syailendra yang berkuasa saat itu berbentuk presidensial, ya demolah 100 tahun 100 malam berteriak2 di jalan, kerahkan Neno Warisman utk jahili lagi do'a Nabi Muhammad;

2. Makin tua bumi ini, makin banyak penduduknya, makin terbatas resources nya. Klo kalian kaum rusak bisa ketemu Rocky Gerung di era prehistoric, kalian mungkin akan dengan mudah melihat dia makan Celeng tanpa ngutang dan tanpa dimasak, masuk infrastruktur Goa tanpa ngutang, dan mati dikubur dalam Sarkofagus tanpa ngutang. Meanwhile, tidak semua proyek infrastruktur itu dibangun dengan utang, jangan pulak kamu fitnah semua pake utang, Gerung! Sama kaum mu boleh kamu bilang, dan udah pasti masuk dalam sanubari rusak mereka, sama aku ga usah coba. 

royek dengan total nilai proyek Rp 135 triliun/US$ 10 miliar).
2) PT PJB-Pembangkit Listrik (2 proyek dengan total nilai proyek Rp 14,5 triliun/US$ 1,07 miliar).
3) PT Indonesia Power-Pembangkit Listrik (6 proyek dengan total nilai proyek Rp 78,3 triliun/US$).
4) PT PLN-Transmisi Listrik (Total nilai proyek Rp 27,5 trilun/US$ 2,040 miliar).
5) BIJB (Pengembangan Fase 2 dan Aerocity (2 proyek dengan total nilai proyek Rp 30 triliun/US$ 2,2 miliar
6) Bandara Kulon Progo DIY-PT Angkasa Pura 1 dan PT PP (Rp 6,7 triliun/US$ 495 juta).
7) Pesawat R-80- PT RAI (Rp 21,6 triliun/US$ 1,6 miliar).
8) Pengembangan Area Terintegrasi Pulau Flores-Flores Prosperindo, Ltd. (Rp 13,5 triliun/US$ 1 miliar).

3. Negara ini sedikit terhambat pembangunannya walo bisa tetep dipacu ya karena begitu banyaknya fitnah mendera pemerintah, salah satunya dimotori oleh para rentenir berpikir sepertimu yang udah mengutangi akal sakit mu masuk di pikiran tersumbat kaum mu melalui Rectum ke Usus Besar mereka, bukan ke neuron otak.
.
.
.
Sumber : Status Facebook Andrian Kaifan

Monday, January 20, 2020 - 10:00
Kategori Rubrik: