Aku Bukan Antum

Ilustrasi

Oleh : Fadly Abu Zayyan

Suatu hari saya ketemu teman lama.

"Assalamualaikum akhi!" sapanya

"Wa alaikum salam dulur (saudaraku). Gimana kabar sampeyan?"

"Alhamdulillah kher akhi!. Antum gimana?

"Mbok ya jangan manggil saya antum. Kedengarannya kok wagu (tak biasa)."

"Antum harus berusaha hijrah akhi. Harus lebih Islami. Mulailah dari hal-hal kecil seperti ini."

"Maaf dulur, itu bukan Islami. Tapi Arabi. Yang Islami itu, saat saya menyebut kata "sampeyan". Karena "sampeyan" kedudukannya lebih tinggi daripada kata "kamu" yang bahasa Arabnya adalah "antum". Kepada yang lebih tua dan dihormati lagi saya memanggilnya dengan sebutan "panjenengan". Bukan lagi "sampeyan" karena penghormatannya lebih tinggi. Itulah yang namanya Adab sebagai bagian dari Akhlaq yang Mulia. Makanya saya nyatakan bahwa kata "sampean" dan "panjenengan" dalam Bahasa Jawa lebih Islami daripada kata "antum" dalam Bahasa Arab. Sebagaimana Sabda Nabi Muhammad SAW: "Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan Akhlaq yang Mulia". Hmm.., faham antum akhi?? Eh! Ketularan!" 

Dan berikut ini adalah contoh tayangan yang Arabi namun tidak Islami!

Selamat Menyaksikan..

*FAZ*

Sumber : Status Facebook Fadly Abu Zayyan

Thursday, February 8, 2018 - 01:45
Kategori Rubrik: