Aktivis HAM Tapi Zalim

ilustrasi

Oleh : Meilanie Buitenzorgy

Soal Veronica Koman yang diminta mengembalikan beasiswa LPDP sebesar 773 juta. Saya penerima beasiswa STUNED dari pemerintah Belanda untuk studi S2 di Belanda dan beasiswa DIKTI dari pemerintah RI untuk studi S3 di Australia.

Setahu saya, aturan beasiswa memang mengharuskan penerima beasiswa yang telah lulus studi untuk bekerja dan berkarya di negara asal selama minimal beberapa tahun. Ini berlaku untuk beasiswa yang berasal dari negara asal/Indonesia (LPDP, DIKTI, dll), maupun beasiswa skema bantuan dari LN ke negara asal/Indonesia (AusAid, STUNED/NFP, Chevening, USAid, dll).

Kawan dari kawan saya sekolah di LN dengan beasiswa dari pemerintah RI. Suami turut serta. Ndilalah sang suami dapat pekerjaan permanen di negara tsb. Setelah lulus studi, sang istri memutuskan ikut suami dan keluar dari pekerjaannya sebagai PNS di Indonesia. Nah, oleh pemerintah, dia diwajibkan mengembalikan dana beasiswa studinya. Boleh dicicil selama beberapa tahun.

Jadi, mbak Vero, sebagai aktivis HAM Anda jangan zalim dong. Kan Anda sudah menggunakan dana publik untuk membiayai studi Anda. Maka Anda harus mengikuti aturan beasiswa, payback dana publik tersebut dengan mengabdi selama beberapa tahun di Indonesia. Kalau Anda maunya kabur ke LN, ya Anda wajib mengembalikan dana publik tsb ke kas negara.

Sumber : Status Facebook Meilanie Buitenzorgy

Thursday, August 13, 2020 - 09:15
Kategori Rubrik: