Akibat Suka Nyinyir, Kini Roy Suryo 'Kepleset'

Oleh : Suci Handayani

Tidak sekali ini KRMT Roy Suryo (RS), kader Partai Demokrat (PD) yang pernah menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga  saat pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), terlalu emosional dalam dalam nyetatus di  media sosial.

Masih jelas dalam ingatan,  RS menulis cuitan mengkritik  cuitan  Presiden Joko Widodo  setelah blusukan ke Proyek  Hambalang. Cuitan Jokowi soal proyek yang hambalang yang mangkrak di kritik RS.  Saat itu Jokowi blusukan ke hambalang , seakan menjawab kritikan SBY soal pembangunan infrastuktur.  Seperti diketahui, saat  SBY melakukan Tour De Java  dengan didampingi oleh fungsionaris Partai Demokrat (PD) SBY  mengunjungi   empat provinsi di Pulau Jawa, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, dan Jatim. Seperti yang disampaikan SBY kepada publik, tujuan TDJ ini adalah untuk menyerap aspirasi rakyat, selain juga untuk berkonsolidasi dengan kader-kader daerah terkait Pilkada 2017 dan 2018. SBY mengeluarkan statement tentang pembangunan infrastuktur ‘pemerintah jangan memaksakan membangun infrastruktur jika perekonomian sedang sulit’

Setelah melihat langsung  kondisi sejumlah fasilitas sarana dan prasarana P3SON yang terbengkalai, Jokowi membuat cuitan di @jokowi, "Sedih melihat aset negara di proyek Hambalang mangkrak. Penuh alang-alang. Harus diselamatkan –Jkw, Jumat (18/3/2016).

RS langsung menyambar dengan cuitan di @KRMTRoySuryo, “Presiden@jokowi seharusnya BACA LAGI Rekomendasi DPR (& ‘Status ‘ Barbuk ) dari KPK, jangan ASAL TULIS “mangkrak”.

Sehari kemudian, tanggal  19/3/2016  Jokowi meresmikan pengoperasian Jalan Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) Seksi IV (Krian-Mojokerto) sepanjang 18,47 km. Ia juga menuliskan di @jokowi “Tol Surabaya-Mojokerto ini kunci membangun sentra ekonomi baru Jawa Timur. Bangun infrastruktur jangan ditunda-Jkw”.

RS langsung menyambar  dengan membuat cuitan melalui akunnya “Presiden @Jokowi Sebelum SALAH (Lagi) tol Sby-Mojokerto yg ‘Tinggal Diresmikan’ Hari ini DIBANGUN SEJAK 2007 ya”

Kicaun RS yang tidak terkontrol langsung menjadi bulan-bulan netizen, Dan bagi saya sendiri,  gaya komunikasi politik RS kurang pas. Ia terlalu sembrono, bahkan malah memalukan SBY sendiri. Karena soal Hambalang, memang benar-benar mangkark karena kasus korupsi yang dilakukan koleganya di PD. Kemudian soal pembangunan Tol Sumo adalah warisan infrastruktur SBY yang tidak selesai alias mengkrak juga.  Tol Sumo dengan total panjang 36,27 km merupakan investasi padat modal dengan kebutuhan dana investasi mencapai Rp 3,2 Triliun dengan masa konsesi yang diberikan pemerintah selama 42 tahun terhitung sejak penerbitan Surat Perintah Mulai Konstruksi (SPMK) tanggal 18 April 2007. Kritik  RS justru menampar muka SBY karena tidak mampu menyelesaikan tol yang dibutuhkan warga.  Ruas Jalan Tol Sumo ini ditergetkan akan mampu meningkatkan konektivitas di Pulau Jawa serta mendorong penyebaran pembangunan yang sebelumnya terpusat di ibu kota. Karena Jalan Tol ini akan memberikan andil yang cukup signifikan dalam melayani pergerakan manusia, barang dan jasa di Pulau Jawa secara keseluruhan dan khususnya di wilayah Jawa Timur.

Akibat Suka Menyambar, RS Terkena  Batunya

Kembali RS  tidak bisa menahan diri. Kali ini ia seperti biasanya langsung main sambar saja.  Bukan cuitan Jokowi, tetapi cuitan yang dikita akun twitter milik putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka. RS terlibat perang kicauan (tweet war) dengan netizen.

Bermula dari cuitan akun twitter @Gibranrakabumi  tentang gajian.  Gaya RS seperti biasa, langsung menyambar ( perkiraan saya, RS  emosional seperti biasanya).

Yang tanggal muda gajian silakan belanja-belanja, yang tidak gajian silakan nyinyir pemerintah,” kicau akun @Gibranrakabumi di Twitter, Kamis (31/3/2016).

RS langsung merespon cuitan @Gibranrakabumi dengan  cuitan, ”Tweeps, twit anak yang tidak punya nurani. Yang ’tidak gajian’ itu jutaan rakyat Indonesia. #TanyaJokowi,” demikian balasan Roy Suryo diikuti emoticon simbol tangan meninju.

Kemudian akun  @PartaiSocmed memberi konfirmasi bahwa @Gibranrakabumi bukanlah akun asli milik suami Selvi Ananda. Hal itu dibenarkan  oleh adik Gibran, Kaesang, dengan  men-retweet –nya. Karena akun resmi ayah dari Jan Ethes  adalah @Chilli_Pari.

Tak pelak, netizen mengolok-olok RS  bahkan sempat menjadi trending topic.

Tetapi alih-alih merasa ‘salah’ , RS malah dengan cueknya terus meladeni kesalahnanya dengan terus berkicau di akun twitternya, bahkan kali ini  seperti segaja memancing keributan dengan ‘kecebong’

”Tweeps. Apakah akun palsu atau anaknya siapa bukan urusan saya. Kenapa #TanyaJokowi? Jelas urusan presiden soal kemiskinan rakyat,” kicaunya.

”Tweeps. He-3x test the water sukses… Langsung kecebong2 muncul smua. Baga lagi TL saya. #TanyaJokowi,” imbuhnya.

 

RS Segaja Diumpankan PD?

Meskipun beberapa kali cuitan RS yang asal-asalan dan cenderung hantam kromo tetapi RS agaknya tidak mau belajar dari pengalaman. Terbukti ia terus berkicau.

Cuitan-cuitannya baik  tentang proyek Hambalang, tol Sumo  diakui atau tidak mampu menampar PD, partaiyang menaunginya . Justru kekuarangan di sana sini saat pemerintahan SBY terkuak. Publik yang awalnya tidak mau , jadi tahu.

Agak mengherankan manakala sepak terjang RS dibiarkan oleh koleganya di PD.  Meskipun RS mau bicara apa saja, mau membuat cuitan apa saja, itu hak dia, tetapi mestinya kalangan di PD ada  yang merasa gerah. Saya yakin pejabat di PD juga mengikuti cuitan netizen, apalagi hal-hal yang menjadi bahan perbincangan dan menjadi trending topic.

Karena RS terus bicara dan tidak ada henti-hentinya ‘menyerang’ Jokowi dan saat ini juga keluarga Jokowi, saya kok menduga jika kelakuan RS ini memang di segaja. RS dibiarkan terus  bicara di medsos , mengintip status Jokowi dan keluarganya dan kemudian dijadikan bahan untuk ‘menyerang’.

RS yang  sudah terlanjur  ‘popular’  di medsos dengan cuitan yang heboh diharapkan akan mengangkat dan mempopulerkan kembali PD ,apalagi saat ini PD selalu konsolidasi demi  mengikuti pilkada  serentak tahap kedua.

PD berkepentingan untuk menaikan kembali  pamornya  yang sempat terpuruk saat SBY turun, dan adanya beberapa kasus yang menyeret para tokoh PD.

Jadi, inilah salah satu strategi PD , persiapan untuk berlaga di pilkada.

Nah, tinggal kita tunggu, apakah strategi tersebut cukup membantu menaikkan kembali PD atau tidak. Dan kita tunggu ‘sambaran-sambaran’ RS selanjutnya. **(ak)

 

 

Sunday, April 3, 2016 - 12:00
Kategori Rubrik: