Akhirnya RS Kabur dari RS

ilustrasi

Oleh : Karto Bugel

RS Ummi Bogor dianggap tak berniat baik karena melindungi pasien vip, berujung laporan polisi.

Laporan itu tertuang dalam LP/650/XI/2020/JBR/POLRESTA BOGOR KOTA. RS. Ummi disangkakan Pasal 14 Ayat 1, 2 UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular pada Jumat 27-11/20 lalu.

Beritanya penyidik akan memeriksa 11 saksi termasuk direktur rumah sakit tersebut hari ini 30-11/20.

"Katanya, wali kota Bogor sudah sepakat laporan dibatalkan bukan?"

Entahlah, kadang masyarakat kita dianggap penggemar sinetron semuanya. Mudah dibuat belok tanpa bertanya.

Cerita pembatalan itu memang sempat beredar luas dan namun pemeriksaan hari ini masih berlanjut. Dengan kata lain, pembatalan belum terjadi. Menuju drama pembatalan, hmm.., kita lihat saja.

"Loh koq drama?"

Kejanggalan pertama adalah pemeriksaan saksi itu sendiri. Hari jumat dilaporkan, 3 hari kemudian, Senin dilakukan pemeriksaan saksi. Ga tanggung-tanggung, 11 orang.

Pertanyaannya apakah secepat itu UU memberi tenggat waktu? Lazimnya seminggu, tapi UU mengatur 3 hari sebelum panggilan, Surat itu harus sudah diterima.

Artinya hari itu dilaporkan, hari itu juga surat undangan dilayangkan? Pada sekaligus 11 orang?

Anggap saja ini super prioritas, ada sebuah kemendesakan luar biasa.

Apanya yang luar biasa mendesak? Anggap itu subyektifitas penyidik. Penyidik tak memiliki kewajiban bercerita apa alasan itu pada publik.

Ingat cerita MRS diberitakan kabur lewat pintu belakang dan ketahuan publik secara luas dan lantas cerita klarifikasi terdengar? Agak terlambat namun ga lagi penting itu diperdebatkan.

Yang jelas ada klarifikasi bahwa yang bersangkutan keluar atas permintaan pasien dan itu tak melanggar aturan.

Klarifikasi ini akan menjadi hal penting sebagai bukti. Rumah sakit tak lagi punya urusan terhadap pasien yang sudah keluar. Paling tidak, cerita ini akan memberi ruang jawab bagi pihak Rumah Sakit sebagai alasan sekaligus dalil dalam pembuktiannya.

Rumah sakit dan banyak pihak terkait akan memiliki alasan tak lagi dapat dilanjutkannya peristiwa ini.

"Maksudnya, Pemda Bogor cuma main-main gitu?"

Mbuhlahh..,politik memang jenis kebenaran yang berbeda. Selalu ada drama yang tak perlu harus masuk akal. Hanya mereka yang tahu. Yang jelas Pemda tidak pernah mencabut laporan itu, namun sedang ke arah mana cerita ini akan berakhir, semakin jelas.

Bahwa cerita sepertinya akan mengarah pada tak cukup bukti dan kemudian selesai sampai disini saja, kita lihat saja. Gak lama lagi koq.

MRS, rumah sakit dan Pemda Bogor, sepertinya akan melenggang. Mungkin, akan ada drama baru dibuat, siapa yang tahu?

"Trus gimana kelanjutannya?"

Apanya yang harus dilanjutkan? Sudah selesai artinya ga ada cerita lagi.

"Jadi, untuk apa pemeriksaan 11 saksi yang diberitakan itu?"

Bukti bahwa pertunjukan sudah selesai adalah adanya layar pangung yang sudah ditutup. Itu adalah cerita dimana adegan terakhir diatas panggung sedang dipertunjukkan. Adegan penutup sebelum case closed.

"Loh koq rakyat dibuat main-main begitu?"

Loh koq baru sadar sih?
.
.
RAHAYU
.
Sumber : Status Facebook Karto Bugel

Wednesday, December 2, 2020 - 08:45
Kategori Rubrik: