Akhirnya : Minoritas

ilustrasi

Oleh : Sahat Siagian

Semua yang bukan Jawa adalah warga minoritas di NKRI. Gak usah bantah, saya punya data lengkap.

Untuk urusan legislatif, Jawa menaruh 290an orang di Gedung vagina-berhasrat itu. 290an dari total 575 orang.
50% lebih.

Kalian boleh berkilah: itu wajar karena 60% dari rakyat Indonesia tinggal di Jawa.

Ditinjau dari aspek manajerial, itu sesat karena luas Jawa cuma gak sampek 7% dari wilayah Indonesia. DPR tidak cuma mengawasi orang tapi juga wilayah. Komposisi keanggotaannya harus mencerminkan itu. Tapi apa yang terjadi?

Puluhan tahun kita dicekokin konsiderasi dusta: penduduk Jawa 60% dari demografi Indonesia. Sementara Papua dan Papua Barat, yang luasnya 23% dari total wilayah NKRI, cuma diawasi 12 orang legislator di Senayan, 2% dari total keanggotaan DPR.

Itu data bodat atau biadab?

Batak, Padang, Papuan, Timor, Dayak, Bugis, dan semua suku Bangsa Indonesia di luar Jawa, adalah para minoritas.

Saya tahu ada saja dari Anda yang berkilah: legislator dari Jawa gak semuanya orang Jawa.

Betul.

Tapi apakah Ramson Siagian bertugas membawa aspirasi dari Batak, atau Dayak, atau Bugis? TIDAK. Ramson menanggung amanah untuk memperjuangkan konstituennya di Jawa.

Saya muak dengan silang-sengkarut percakapan mengenai Agnez Mo. Ada penulis yang tidak bersedia memanggil Agnez Mo, karena buat dia gadis itu tetap Agnes Monica.

Diktator betul. Yang punya nama minta dipanggil Agnez Mo. Kok kita yang ngatur-ngatur? Hak apa yang Anda miliki terhadap Agnez Mo?

Semua kepalsuan ini harus dibongkar. Gak cuma penganut agama minoritas, saya juga warga Indonesia minoritas dari suku Batak. Jangan lagi berdalih. Ini kenyataan.

Setting Jawa penyumbang demografi terbesar berakibat negara Ini dipimpin hanya oleh orang Jawa, selain BJ Habibie--itu pun hasil dari kecelakaan.

Setting Islam sebagai agama terbesar di Indonesia mengakibatkan tidak bakal ada orang Kristen yang jadi Presiden di NKRI.

Itu tipu daya. Serius.

Padahal dari sisi wilayah mukim, Kristen adalah agama MAYORITAS di Indonesia. Dan dari sisi itu pula Papua adalah suku MAYORITAS di NKRI.

Akibatnya, itulah yang terjadi. Papua dijarah Jawa dan Islam. Demikian juga Kalimantan dan Sumatera. Coba kalian hitung, berapa jumlah pemilik hotel di Bali? Siapa yang paling banyak? Jawa dan Islam.

Ini kesesatan paling jahat dan kalian masih membantah apa yang Agnez katakan.

Biadab.

Sumber : Status Facebook Sahat Siagian

Thursday, November 28, 2019 - 09:30
Kategori Rubrik: