Akhirnya Koalisi Merah Putih pun Runtuh

Oleh: Denny Siregar

Bangunan semi permanen yang dibangun seadanya dengan banyak kepentingan dan berpondasikan nafsu berkuasa itu pelan-pelan ambruk dan tinggal menyisakan atap dan kerangka.

Golkar memang harus pergi, karena ketika mereka yg bertengkar tidak bersatu, maka pilkada kali ini mereka bisa gigit sendal. Dan salah satu syarat yang dipegang Agung laksono yang berada di atas angin adalah keluar dari KMP. Bung Ical berada dalam posisi sulit seperti makan buah simalakama, dimakan teddy bear mati, tidak dimakan barbie yang mati ‪#‎eh‬..

Golkar mengikuti jejak PPP yang juga dipecah dengan cara yang sama dan PAN yang mau tidak mau menggunakan akal sehatnya. Sekarang KMP tinggal Gerindra, PKS dan PBB. Masuknya partai yang sukses hanya di medianya sendiri, Perindo, tidak menjamin apa-apa. Partai Idamannya bang Rhoma pun masih mati segan hidup susah.

Apa yang diimpikan bapak kita Prabowo dalam membangun kekuatan koalisi permanen untuk bisa mendikte pemerintah dan menjadi jembatannya untuk berkuasa di 5 tahun mendatang, pun terkoyak. Teringat ketika mereka dulu bersama-sama sujud syukur karena diberitakan menang oleh tvone, satu2nya media yang tampil beda. Sekarang semua itu tinggal kenangan, hanya bantal berenda putih yang bisa menahan tangis haru terhadap kenangan masa silam. "Aku tuh gak bisa diginiin..."

Pertemuan terakhir adalah saat membahas RAPBN di bakrie tower dan ternyata hanya Gerindra yang menolak, sedangkan yang lain menerima dengan malu2 kambing. Disinilah mulai terlihat bahwa Prabowo sebenarnya berjalan sendirian. Yang lain sibuk mengamankan dompet masing-masing.

Mungkin kedepan yang namanya KMP akan hilang dan tidak ada koalisi tandingan. Pemerintah sekarang ini benar-benar butuh support dari segala sisi untuk memajukan bangsa ini.

Benar begitu, Bung Tantowi ? Bagaimana rasanya selama sisa 4 tahun ini terus menerus menjilat muntahan sendiri ?

(Artikel diambil dari Facebook)

Tuesday, November 3, 2015 - 13:30
Kategori Rubrik: