Akhir Juni Ekonomi RI Tumbuh 5,18%, Negara Lain Banyak Yang Minus

REDAKSIINDONESIA-Kuartal II-2016 ini Indonesia berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi hingga 5,18%, membaik dari Kuartal II-2015 yang hanya tumbuh 4,66%. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa capaian itu menunjukkan bahwa kondisi Ekonomi Indonesia sudah mulai pulih.

Bila dibandingkan dengan sesama negara berkembang seperti Brasil, menurut Bambang, kondisi ekonomi Indonesia jauh lebih baik berkat berbagai upaya yang dilakukan pemerintah.

"Tak banyak negara emerging market (negara berkembang) yang seberuntung Indonesia. Pertumbuhan ekonomi Brasil negatif, dengan defisit neraca perdagangan mencapai 8%. Defisit Indonesia hanya 2%," kata dia saat membuka acara Round Table Discussion di kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Selasa (9/8/2016).

Sekedar catatan, sepanjang tahun 2015, pertumbuhan ekonomi Brasil tercatat di bawah 0% alias negatif yakni hingga minus 3,8%. Hal tersebut turut disumbang oleh defisit neraca perdagangan yang terlampau dalam, tingginya inflasi, jatuhnya harga komoditas dan krisis politik berkepanjangan yang melanda negara tuan rumah Olimpiade 2016 tersebut.

Meski telah mencatat pertumbuhan yang positif, menurut Bambang bukan berarti Pemerintah Indonesia bisa bersantai. Pasalnya, hingga akhir tahun 2016, pertumbuhan ekonomi nasional dipatok pada angka 5,2% dan hanya tersisa 5 bulan untuk mencapai target tersebut.

"Setidaknya kita harus mencapai pertumbuhan ekonomi semester II-2016 sebesar 5,36% supaya sampai akhir tahun pertumbuhan kita bisa mencapai 5,2%," jelas dia.

Dalam rangka mencapai target pertumbuhan di paruh tahun kedua 2016 sebesar 5,36% tersebut, Kementerian PPN/Bappenas menyelenggarakan Round Table Discussion berjudul Perkembangan Perekonomian Indonesia Terkini dan Outlook 2016.

Dalam diskusi ini dihadirkan para pembicara dari sejumlah Instansi Pemerintah seperti Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan.

Para pembicara akan membahas kondisi ekonomi global saat ini, proyeksi perekonomin global hingga akhir tahun dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia. Dengan demikian, dapat diperoleh rumusan rancangan kebijakan yang tepat untuk memuluskan rencana pencapaian target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,2% hingga akhir tahun.

Ada sejumlah kondisi global yang menjadi sorotan dalam diskusi kali ini lantaran dianggap paling memberi dampak pada perekonomian Indinesia.

Kondisi tersebut adalah rencana pengetatan moneter di Amerika Serikat (AS), perlambatan ekonomi di China hingga anjloknya harga komoditi seperti minyak dan batu bara.

"Selanjutnya akan dilakukan analisis terhadap pengaruh skenario-skenario tersebut terhadap ekonomi domestik, nilai tukar, ekspor, impor, inflasi dan pasar kerja Indonesia," tandas dia.(detik.com) **

Tuesday, August 9, 2016 - 16:15
Kategori Rubrik: