Akankah Refly Harun Terseret Kasus Sugik Nur?

ilustrasi

Oleh : Salmin Khan

Ada kabar buruk dari Gus palsu di swab masuk ruang isolasi di duga ada virus corona (Covid_19). Kemungkinan di uji cobakan vaksin buatan israel agar virus jancuk, dobol jaran dan mata mu picek tidak menyebar lagi pada kadrun yang lain. 

Sakit hati karena dipecat, ternyata bisa membuat seseorang menjadi bodoh, apalagi ditambah dengan gabung dengan pasukan kadal gurun yang memang sudah bodoh dari lahir.

Selain membuat seseorang menjadi bodoh, ternyata kebencian juga bisa membuat hati seseorang menjadi busuk. Hal inilah yang terjadi pada Refly Harun yang dulunya adalah seorang komisaris PELINDO.

Ketika menjadi komisaris, Refly Harun sangatlah saya kagumi, walaupun bekerja di perusahaan milik pemerintah, argumentasi selalu netral dan tidak terlalu memihak kepada pemerintah.

Tapi setelah bergabung dengan pecatan-pecatan dan barisan sakit hati lainnya. Kini selain kualitas argumen dia menurun, netralitas hilang tak bersisa.

Pakar hukum tata negara Refly Harun, ketar-ketir mendengar Sugi yang akrab disapa Gus Nur diboyong polisi dari rumahnya daerah Pakis Malang Jatim. Tayangan wawancaranya di twitter @reflyharun dihapus.

Komentar netizen pun bermunculan dan beragam. Salah satu komentar Brigaldo Sinaga di Instagramnya sangat menyesalkan nama besar Refly sekelas Dr. Tata Negara gegara dipecat jadi komisaris kok sampai senista itu memberi panggung hujatan caci maki pada Sugi.

Banyak netizen menyesalkan sikap Refly yang berbalik arah. Padahal, sudah diberikan kesempatan untuk ikut membangun bangsa tapi disia-siakan dan ikut menebarkan kebencian lewat media sosial (medsos). “Kalau bukan orang terdidik kita maklumi ini ahli hukum loh,” ungkap seorang netizen.

Sebelumnya, Erick Thohir, mantan bos si Refly ini sempat ngeluh lho. Lantaran banyak banget direksi BUMN yang tidak paham baca laporan keuangan perusahaan.

Nah bisa jadi, salah satu diantaranya yang tidak paham soal laporan keuangan perusahaan tersebut adalah si Refly ini. Karena kita tahu sendiri habitatnya adalah pengamat politik dan pakar hukum tata negara. Gak ada keterkaitannya sama sekali dengan dunia akutansi.

Jadi fiks, ia dipecat murni karena kinerja bukan karena aktivitas politiknya. Tapi ia menggiring opini, seolah-olah ia diberhentikan dari kursi Komisaris Pelindo 1 tersebut karena ia sering mengkritik pemerintah.

Memfasilitasi Sugik nur dengan mewawancarai melalui chanel youtube sama hal Refli pembiaraan terhadap sales softex mantan napi memberi ruang untuk melakukan ujaran kebencian. Artinya Refli juga harus bertanggung jawab atas kebodohan dan di tangkap juga.

Sumber : Status Facebook Salmin Khan

Thursday, October 29, 2020 - 10:30
Kategori Rubrik: