Akal Sehat Rocky Gerung

ilustrasi

Oleh : Ahmad Ghozali Fadli

Penolakan ceramah Rocky Gerung (RG) terjadi di mana-mana. Di Unmuh Jember, RG sampai diangkut dengan mobil Ambulans. Ditolak salah satu ormas, hingga viral di media sosial. Begitupula rencana kedatangan RG di Pesantren Tebu Ireng. Panitia akhirnya memindah lokasi acara ke Aula Pabrik Gula Cukir. Namun, hal itu tak terjadi di Gontor. Kuliah umum bertemakan "Beragama dan Bernegara Secara Rasional" dengan narasumber tunggal RG, berjalan mulus, tanpa hambatan. Ada apa?

RG ke manapun dan di manapun membicarakan tentang Akal Sehat. Apa sebenarnya Akal Sehat itu? Kata "akal" berasal dari bahasa Arab: aqala, ya'qilu, aqlan. Maknanya berkisar pada “menghalangi” dan (dari sana) lahir kata ‘iqal yang berarti "tali". Secara umum, makna kata ‘aqal dalam konteks potensi yang dianugerahkan Allah kepada manusia adalah potensi yang mendorong pada lahirnya budi pekerti luhur atau menghalangi seseorang melakukan keburukan.

Agama Islam adalah agama yang sangat adil dan sempurna. Islam menempatkan akal pada posisi sangat penting yang dimiliki manusia. Diantaranya, Pertama, masuk dalam 5 hal penting yang wajib dijaga. Kedua, mengharamkan semua yang merusak akal. Ketiga, menjadikan instrumen utama dalam pembebanan syariat. Keempat, alat untuk memahami sesuatu.

Seseorang yang mengklaim paling berakal sehat, seharusnya mampu memahami Islam sebagai pilihan agamanya. Namun, ini tak terjadi pada RG. Beliau tetap pada aqidahnya. Faktor inilah yang bisa jadi, memuluskan perjalanan RG ke Gontor. Untuk apa?

Dalam sambutannya KH. Hasan Abdullah Sahal, menyinggung bahwa manusia yang sempurna adalah manusia yang bertuhan. Akal sehat juga menjadi pemicu utama nurani kemanusiaan. Bahkan kyai Hasan juga menekankan bahwa "Laa Dina Liman Laa Aqla Lahu." Tidaklah Beragama orang yang tidak berakal.

Secara tidak langsung, kyai Hasan mendakwahi RG untuk beragama dengan jelas dan menerima Islam sebagai agamanya. Semoga RG benar-benar mendapat hidayah Islam dari Allah SWT.

Sumber : Status Facebook Ahmad Ghozali Fadli

Saturday, March 23, 2019 - 11:15
Kategori Rubrik: