Akal-Akalan Gubernur DKI Dalam Kelola APBD

ilustrasi
Oleh : Sarwono Wasis Basuki
 
Sekarang Masyarakat Jakarta Khususnya Dan Masyarakat Indonesia Pada Umumnya Sudah Semakin Paham Bahwa Pemprov DKI Dengan Sebagian Besar Anggota Dewan DKI Jakarta Memang Terjadi "Kongkalikong" Atas Penggunaan Anggaran DKI Yang Nota Bene Adalah Duit Warga Jakarta Dengan Tidak Kredibel Atau Terindikasi Penyelewengan
PSI Menyatakan Bahwa Temuan BPK 847 Miliar Dan Penggunaan Anggaran E Formula Tidak Direspon Atau Tidak Dibahas Oleh DPRD DKI
Anies ( Pemprov DKI ) Dan Sebagian Besar Anggota Dewan DKI Memang Bangke Menipu Rakyat Jakarta !
Dalam Video Jelas Ada Kesengajaan Hampir Semua Mikrofon Tiba Tiba Raib Atau Sengaja Dihilangkan Saat Pengesahan Laporan Keuangan Pemprov DKI Dengan Tujuan Agar Anggota Dewan Yg Tidak Setuju Atas Laporan Keuangan Pemprov DKI Tidak Bisa / Sulit Melakukan Interupsi Atau Protes Kepada Pimpinan Rapat
Bukan sulap, bukan sihir. 100 lebih microphone yang tertanam di meja meja ruang rapat paripurna DPRD DKI mendadak lenyap saat rapat pertanggungjawaban APBD 2019. Yang tidak hilang, hanya microphone di meja pimpinan rapat, meja gubernur dan meja wagub.
Alhasil saat kami protes mempertanyakan sejumlah kejanggalan di APBD 2019 seperti pembelian robot pemadam di atas harga pasar, biaya komitmen Formula E yang tidak jadi diadakan, dll terpaksalah anggota DPRD Fraksi PSI harus berteriak. Aneh, rapat maha penting yg agendanya persetujuan laporan pertanggungjawaban APBD 2019, kok seperti ini?
Data keuangan tidak diberi, microphone mendadak lenyap. PSI memutuskan walkout. Kami tidak mau tutup mata, dan menyetujui semua kejanggalan itu.
 
Sumber : Status Facebook Sarwono Wasis Basuki
Friday, September 25, 2020 - 09:45
Kategori Rubrik: